Site icon Jerat NTB

Pelecehan Seksual Marak, Ketua JQHNU Bima: Ini Masalah Moral yang Harus Disikapi Serius

Bima, Jeratntb.com – Ketua Jam’iyyatul Wurra Wal huffadz Nahdlatul ulama (JQHNU) Kota Bima, Taufan Sya’ban, SQ, S.Pd.I, M.Pd menyorot fenomen kasus pelecehan seksual yang akhir-akhir ini marak terjadi di Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Menurutnya Fenomen ini harus segera ditanggapi serius oleh semua pihak. Sebab kasus pelecehan seksual baik itu korbannya di bawah umur maupun sudah remaja menandakan adanya gejala mortalitas generasi yang sudah mulai rusak.

” Ini problem besar yang dihadapi oleh kita semua khususnya masyarakat Bima Baik Kota dan Kabupaten. Fenomena ini sudah semakin kronis dan mengkhawatirkan. Jika ini tidak diambil langkah serius maka saya khawatir akan terjadi kerusakan moral dan akhlak yang cukup parah,”ujar alumni Magister Ilmu Al-Qur’an PTIQ Jakarta ini saat dikonfirmasi. Sabtu 20 Maret 2021.

Ustad muda asal Desa Rupe Kecamatan Langgudu ini mendorong Pemerintah Kabupaten maupun Kota Bima agar segera menyikapi problem ini dengan menggerakkan seluruh komponen terkait di struktur pemerintahan dan masyarakat.

” Setiap pemerintah Kota dan Kabupaten ada Dinas khusus terkait pemberdayaan perempuan dan anak. Nah ini harus aktif melakukan edukasi dan advokasi ke masyarakat agar hal ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Selain itu ia juga mendorong MUI, Tokoh Agama, Para ulama, Para pendidik, dan tokoh masyarakat serta para orang tua untuk melakukan pengawasan bersama sehingga hal ini bisa diantisipasi sejak dini.

” Ini harus kerja aktif dan kolektif. Semua pihak harus berperan. Tidak bisa kita hanya menyerahkan pencegahan ini hanya kepada pihak kepolisian. Tapi harus ada upaya protek dari hulunya seperti pengawas ketat dari orang tua serta komponen yang ada di masyarakat,”bebernya.

Taufan juga meminta pemerintah melakukan pendampingan khusus kepada korban pelecehan seksual baik korbannya di bawah umur maupun sudah dewasa.

” Dampingi para korban terutama trauma psikologis yang dialami. Makanya saya berharap mereka diberikan penanganan khusus,”Katanya.

Ia juga menambahkan agar mendorong terbentuknya RW ramah anak serta Pokja khusus untuk melakukan edukasi serta merespon dengan cepat ketika ada kejadian serupa. (Jr. Syarif)

Exit mobile version