Site icon Jerat NTB

Pasar Malam Saat Pandemi, Amiruddin Nilai Pemerintah Tidak Komitmen dan Konsisten.

Kota Bima, Jeratntb.Com – Pasar malam yang digelar oleh pemerintah kota Bima ditengah Pandemi Covid-19 menuai kecaman dari masyarakat.

Melirik dari pada kondisi objektif lapangan anggota DPRD kota bima Amirudin yang merupakan duta partai hanura pun angkat bicara.Minggu (02/05/20/1)

Digelarnya pasar malam di amahami menimbulkan perdebatan dan tanda tanya dari masyarakat, bagaimana tidak pasar malam yang beroperasi akhir-akhir ini sontak menimbulkan kerumunun tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Sementara Perwali, Pergub dan Perpress yang mengatur tentang pembatasan kegiatan sosial sampai saat ini belum dicabut karena dianggap kita masih dalam kondisi pandemi.

Menanggapi keresahan dari masyarakat tersebut Amirudin sekretaris Hanura sekaligus salah satu anggota DPRD Kota Bima perwakilan Mpunda Rasana’e Barat, mempertanyakan Hal tersebut kepada pemerintah dalam hal ini pihak pengelola pasar Amahami.

“saya merasa heran saja, kenapa Pasar malam tetap digelar ditengah badai pandemi belum juga reda”.

Sayapun langsung menghubungi kepala Pasar Amahami Sariman SH, sebagai penanggung jawab untuk mempertanyakan kegiatan pasar malam yang dimaksud.

Namun yang justru membuat saya heran, ternyata kegiatan pasar malam Amahami dari penyataan sariman tidak pernah mengantongi izin dari pemerintah.

Sariman selaku kepala pasar dan representasi dari pemerintah yang dipercayakan mengelola Pasar Amahami tidak pernah memberikan izin terkait pelaksanaan Pasar malam tersebut. Hasil komunikasinya dengan kepala Pasar tersebut membuatnya heran, “apa iya lahan pemerintah dalam hal ini Pasar Amahami disabotase dan dikelola oleh pihak lain tanpa perjanjian kerjasama dan pemberitahuan secara resmi ke pemerintah”?

Apalagi kami mendengar isu bahwa para pedagang yang menjajakan dagangannya di komplek Pasar tersebut ditarik retribusinya, itu siapa yang narik, berapa dan apa masuk ke kas pemerintah menjadi PAD atau tidak. Tanyanya.

Amirudin pun mempertanyakan kinerja dan langkah-langkah dari TIM Gugus tugas Covid 19 yang dibentuk selama ini, kemarin-kemarin galaknya minta ampun, beberapa orang yang nongkrong ngopi pinggir jalan disemprot tanpa ampun ini ribuan orang berkerumun malam-malam kok tidak ditindak. Sekolah-sekolah sampai sekarangpun masih dibatasi begitupun, kegiatan mudik benar-benar dilarang.

Saya minta pemerintah harus tegas dalam hal ini, jangan sampai hal-hal seperti ini semakin menimbulkan rasa ketidak percayaan masyarakat terhadap pemerintah, “masyarakat sekarang membaca pemerintah hanya tegas di aturan saja namun tidak dengan tindakan dan realisasinya dilapangan”.

Saya tidak mempermasalahkan terkait dengan diadakannya pasar Ramadhan karena merupakan tempat mengais rejeki bagi masyarakat yang berdagang

Namun segala sesuatunya itu harus jelas serta sesuai aturan apalagi saat ini status pandemi covid masih belum dicabut. Tutupnya

Exit mobile version