Kota Bima, Jeratntb.com – Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Maria Donggomasa lakukan penanaman bibit pohon sebanyak 1.800 dengan jenis Ketapang Kencana 200 pohon, Mahoni 1000 pohon dan Sengon 600 pohon di sepanjang Turus Jalan Kelurahan Lampe, Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima sampai Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Kamis, 16 Desember 2021.
Penanaman dihadiri oleh seluruh ASN dan Pahmut serta Bakrim Lingkup BKPH Maria Donggomassa dengan melibatkan OPD Kota dan Kabupaten Bima (Dinas LH Kota & Kabupaten Bima, Dinas Pertanian & Perkebunan Kota & Kabupaten Bima, Samsat Kota Bima, Camat Wawo, Camat Sape, Camat Rasanae Timur, Lurah Lampe, Lurah Kendo, Lurah Nungga, Lurah Dodu), PT. PLN UPP Bima Sumbawa, SMAN 1,2,3&4 Kota Bima, SMKPPN Bima, NGO ( Format Bima, FPRB Kota Bima, Annisa Lintas Nusantara, Medusa NTB Hijau, Muslimat NU Kota & Kab. Bima, PD. NW Kota & Kab. Bima, Pemuda Sapta Marga), MAHAPETA STIE Bima, STT Bima, DWP BPKAD Kab. Bima, BEM STIH, BEM STISIP, BEM STKIP Bima serta Perangkat Desa dan Masyarakat Ntori.
Selain BKPH Maria Donggomasa, penanaman dengan mengangkat tema “Ayo Menanam Untuk Mewujudkan NTB hijau & Melalui NTB Hijau Kita Wujudkan NTB Gemilang” ini dilakukan secara serentak oleh BKPH se provinsi Nusa Tenggara Barat dalam rangka memperingati HUT NTB Ke-63 Tahun 2021 dan terlaksana secara Zoom bersama dengan Gubernur NTB. Jelas Ahyar, S.Hut saat ditemui tim media ini di lokasi penanaman.
Lanjutnya lagi, untuk sumber bibit berasal dari bantuan pemerintah kota Bima sebanyak 73 ribu pohon kemiri. “Alhamdulillah, tahun 2021, sebagai bentuk komitmen bersama dengan Walikota Bima, BKPH MDM mendapatkan bantuan bibit kemiri sebanyak 73 ribu pohon”, terangnya.
Selain itu, sambung Ahyar, ada juga bibit pohon Kemiri dan Mahoni hasil swadaya kelompok HKm dan kemitraan.
“Hal ini merupakan komitmen pihak pemerintah daerah dalam mengembalikan fungsi kawasan hutan yang sudah diterbitkan ijin hkm/kemitraan di wilayah kota bima. Selain mengembalikan fungsi ekologi, penanamaan kemiri juga akan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat”. Jelas Ahyar.
Semoga kedepannya semakin tumbuh kesadaran kolektif kita untuk melestarikan alam dan lingkungan, sehingga nilai ekologi dan ekonomi SDA terwujud serta ancaman bencana banjir dapat kita minimalisir. Harapnya (Jr QQ)

