Kota Bima, Jeratntb.com – Kehadiran PT. Berlian Lautan Sejahtera (PT. BLS) yang bergerak di bidang jasa transportasi laut melalui kapal Roll On Roll Off (Ro-Ro) KM. Niki Barokah dan KM. Niki Mila Utama di Bima telah dirasakan manfaatnya. Baik oleh pengusaha secara umum terlebih lagi masyarakat secara luas dan lebih khusus lagi bagi pengguna jasa.
Nilai manfaat yang pertama adalah sebagai penunjang kemajuan daerah, sebab salah satu faktor penunjang kemajuan suatu daerah adalah lancarnya transportasi yang berpengaruh pada perekonomian.
Manfaat lainnya juga dirasakan oleh para pedagang yang ada di area pelabuhan dan juga para supir truk seperti yang diberitakan oleh media ini beberapa bulan lalu serta masyarakat sebagai penumpang umum yang pernah menikmati pelayanan di kapal selama dalam pelayaran.
Ditambah lagi pengakuan langsung oleh sejumlah akun facebook malalui komentar yang dikutip oleh tim media ini pada postingan status dari akun facebook Dewi Ratna Muchlisa. Senin, 20 Desember 2021.
Postingan sejak tujuh jam yang lalu ini, sampai dengan berita ini dimuat mendapatkan tanggapan dari 175 akun, 20 kali dibagikan dan 133 komentar yang isi komentarnya mayoritas mendukung beroperasinya kapal Ro-RO di Pelabuhan Bima.
Seperti komentar yang disampaikan oleh akun bernama Hikmawati Alfath, “Sejak adanya Kapal ini sangat membantu transportasi Bima Surabaya, Jawa pada umumnya. Sangat di rasakan sekali keberadaanya. Sungguh lucu dan ironi bila di tolak kehadirannya. Semoga tetap beroperasi sampai kapan pun”.
Komentar lainnya juga disampaikan dengan menggunakan bahasa daerah Bima oleh akun bernama San Alexa, “Ede damaju maju kain mbojo ke … wara si perkembangan yang baik selalu di demo …”, yang artinya “Itulah kenapa Bima ngga bisa maju, Setiap ada perkembangan yang baik selalu di demo”.
Sementara apa yang mendasari pemilik akun Dewi Ratna Muchlisa sehingga memposting perihal pengoperasian kapal Ro-Ro di Dermaga Bima?.. Dijelaskannya, status tersebut berawal dari diterimanya surat pemberitahuan aksi demo yang dilayangkan oleh salah satu lembaga yang merasa bahwa pengoperasian kapal ini merugikan pihak lain.
“Pagi tadi sekira pukul 09:00 saya dapat informasi melalui surat yang dikirim lewat WA. Isi surat tersebut adalah pemberitahuan aksi demo atas beroperasinya kapal Ro-Ro yang dirasa merugikan pihak lain”, terangnya.
Luculah Mas, masa saya yang dari awal terlibat langsung dalam tim pada proses beroperasinya kapal Ro-Ro ini di Bima lalu tidak mempertahankannya agar tetap beroperasi. Ucapnya sembari tersenyum dengan tim media ini yang menemuinya langsung di kediamannya di RT 05 RW 02 Lingkungan Sarae Kelurahan Sarae Kota Bima. (Jr QQ)

