Kota Bima, Jeratntb.com – Pelaksanaan lomba gerak jalan antar RT se-kelurahan Rontu Kota Bima di jalan Baru Bantaran Sungai Rontu oleh organisasi Gabungan Generasi Seni (GARASI) pada Jum’at (11/03/2022) lalu selain dalam rangka menyambut HUT Kota Bima yang Ke-20 juga sekaligus memperkenalkan program pemerintah yang telah berjalan baik dan memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan dari panitia pelaksana sekaligus Dewan Pembina GARASI, Erik Darmawan, saat ditemui oleh tim media ini sore tadi di seputaran jalan baru bantaran sungai tempat pelaksanaan gerak jalan. Selasa, 22 Maret 2022.
Saat ditemui, Erik (sapaan akrabnya) sedang berkumpul bersama rekan-rekan GARASI beserta Ketua-ketua RT dan ibu-ibu peserta gerak jalan untuk memberikan pernyataan sikap atas pelaksanaan lomba gerak jalan yang diadakan dan diikuti.
Mengawali pernyataannya, Erik yang menjabat sebagai dewan pembina GARASI menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Walikota Bima Bapak H.Muhammad Lutfi, SE., atas keluangan waktunya dalam menghadiri sekaligus membuka secara resmi perlombaan gerak jalan.
Ucapan terimakasih juga disampaikannya kepada Wakil Ketua DPRD Kota Bima duta dari Partai Amanat Nasional (PAN) Bapak Syamsurih, SH beserta seluruh masyarakat kelurahan Rontu atas dukungan dan kerjasamanya sehingga pelaksanaan lomba gerak jalan berjalan lancar dan sukses.
Lebih rinci lagi dijelaskan oleh Erik bahwa, pembukaan jalan atau jalur inspeksi merupakan salah satu program pemerintah di kelurahan Rontu yang telah terlaksana dengan baik dan sudah memberikan banyak manfaat serta keuntungan bagi masyarakat khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai Rontu. Dan ini dirasa perlu untuk disosialisasikan sehingga menjadi contoh bagi kelurahan lain terlebih khusus masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai bahwasanya dengan memberikan izin untuk dibuatkan jalur inspeksi akan memberikan banyak nilai manfaat terutama bagi warga bantaran sungai itu sendiri.
“Dengan mengadakan lomba gerak jalan di jalan baru bantaran sungai merupakan salah satu upaya kami dalam sosialisasi. Karena pada pelaksanaan gerak jalan akan banyak masyarakat yang menonton baik secara langsung di lokasi kegiatan maupun lewat vidio siaran langsung di media sosial”, ucapnya.
Kaitan dengan yel-yel ataupun spanduk yang dipergunakan oleh peserta lomba di akui oleh Erik bahwa itu bentuk apresiasi dan kecintaan masyarakat terhadap Bapak H. Muhammad Lutfi sebagai Walikota Bima dan juga Bapak Syamsurih sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bima yang mana keduanya sama-sama berasal dari kelurahan Rontu.
“Itu bentuk apresiasi dan kecintaan masyarakat terhadap kedua figur yang menjadi tokoh kebanggaan warga Rontu. Tidak ada dari kedua tokoh tersebut yang mengarahkan kami panitia ataupun peserta lomba untuk menyuarakan yel-yel ataupun spanduk yang dipersoalkan dan menjadi persoalan buat Aba Suri (sapaan akrab Syamsurih). Dan keberadaan beliau berdua pada saat pelaksanaan lomba gerak jalan itu atas undangan yang sebelumnya kami layangkan. Ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu peserta lomba gerak jalan yang enggan disebutkan namanya di media.
“Kami masyarakat kelurahan Rontu terlebih khusus saya pribadi akan tetap bersama Aji Lutfi dan Aba Suri. Bukan hanya karena beliau berdua itu sebagai Walikota dan unsur pimpinan di DPRD tetapi karena kami sama-sama berdarah Rontu”. Katanya. (Jr QQ)

