Bima, Jeratntb.com – Desa Teta terletak di Kecamatan Lambitu yang berada di ujung timur Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kesan pertama ketika mengunjungi desa teta adalah terletak di atas hamparan gunung yang tinggi dan terdapat mata air pengunungan lambitu.
Desa teta merupakan desa terpencil dengan pemandangan alam yang indah, sejuk dan asri dengan khas pedesaan yang memiliki potensi alam yang luar biasa keindahaannya, air yang mengalir tiap tahun di musim kemarau yang bersumber dari mata air pegunungan lambitu.
Selain itu, dengan hamparan pegunungan tinggi bisa melihat desa-desa lain yang berada di bagian rendah, juga hamparan hijauan sawah yang ditanami padi tampa mengenal musim, sekalipun itu pada musim kemarau.
Selain keindahan alam, desa teta dengan ciri khas bangunan kampung juga dikenal sebagai desa seni dan budaya.
Itulah gambaran keindahan alam desa teta di sekitaran area “So Moti Ntimbo”, terdapat sebuah waduk yang dibuat pada masa kepala desa di era orde baru.
Ukuran waduk yang memiliki volume atau panjang kurang lebih 100×50 meter itu masih nampak terlihat pondasi bangunannya, walaupun sudah begitu agak tidak terawat karena termakan usia.
Kepala Desa setempat, Amar Ziaudin S. Sos, menerangkan bahwa di sekitar “So Moti Ntimbo” adalah daerah airnya hidup walau pada musim kemarau.
“Karena hutan di sekitar area mata air tersebut masih terjaga, bahkan kemarin kami menanam tambah bibit- bibit pohon, hal ini kami lakukan untuk tetap melestarikan sumber mata air di sekitar so moti ntimbo,” jelas Amar.
“Muara air itu menuju dataran rendah di waduk so moti ntimbo, yang mana waduk ini berfungsi untuk menampung air untuk keperluan kegiatan pertanian, terutama padi,” lanjutnya.
Dilihat dari posisi waduk yang strategis untuk pengembangan wisata alam kedepannya, Ia berharap pada dinas terkait yang di atas agar kiranya bisa di kembangkan menjadi spot wisata alam.
Hal itu menurutnya sangat didukung oleh lanskap pemandangan hutan yang masih asli di sekitar area waduk dan juga hamparan sawah yang begitu indah, “tinggal dipoles sedikit untuk di keruk kedalamannya, dan dibuatkan gazebo-gazebo bergaya lengge ( Rumah adat suku sambori),” terangnya.
Lebih menarik lagi kalau di pusat mata air tersebut terdapat air yang terasa asam bila diminum, “air ini menurut para ahli bisa menyembuhkan penyakit dalam, seperti salah satunya penyakit urat di perut dan sebagainya,” ungkap Kades Teta atau Jack Amar sapaan akrabnya. (Jr Arif)

