Site icon Jerat NTB

Bukan Reses, Warga Lakompo Tangga Dikunjungi Anggota DPRD Dapil I dan Kadis Perkim

Bima, Jeratntb.com – Dibalut agenda silaturrahmi idul fitri sekaligus menindaklanjuti kunjungan silaturrahim anggota dewan provinsi NTB Abdul Rauf pada selasa kemarin. Hari ini, kamis (5/5-22) warga dusun Lakompo desa Tangga dikunjungi seluruh anggota DPRD dapil I Kabupaten Bima, kadis Perkim kabupaten Bima dan tentunya Abdul Rauf anggota DPRD provinsi NTB fraksi partai Demokrat.

Kunjungan di luar agenda reses tersebut dikhususkan untuk membangun komitmen solusi tepat mengatasi terjadinya luapan air DAS bendung Tangga yang menjadi potensi banjir di desa Tangga khususnya mengancam pemukiman dusun Lakompo.

Seperti pada kehadiran Rauf sebelumnya dikeluhkan warga bahwa potensi luapan air tersebut dipicu bangunan jembatan menuju dusun Diha yang diduga tidak kontruktif ditambah kondisi tanggul di sebelah barat jembatan yang sudah tidak layak untuk menahan luapan air.

Berangkat dari permasalahan tersebut sebagai inisiator, Rauf menyanggupi untuk dana aspirasi tahun ini akan dikerahkan pada peningkatan Tanggul. “Selebihnya ada teman teman di kabupaten yang membantu memecahkan persoalan ini, dan sengaja juga kita hadirkan kepala dinas perkim yang tentunya memiliki kewenangan khusus terkait tata kota di Lakompo ini. Nanti kami juga akan mengkoordinasikan dengan pihak BWS yang sepenuhnya menangani DAS,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama fraksi partai Nasdem Mustakim HAR menegaskan akan sekuat tenaga menjawab kebutuhan warga dusun Lakompo, “Kesempatan hadirnya seluruh anggota dewan dapil I ini harus dimanfaatkan dengan maksimal agar mampu menemukan berbagai solusi,” tegas Mustakim.

Kadis perkim Taufik AP juga menjelaskan bahwa pihaknya akan meninjau langsung lokasi agar dapat menganalisa lebih tekhnis. “Diawali dengan mengkaji persoalan ini dari hulu dan hilir, untuk pemukiman kami bersama legislatif akan coba merumuskan solusi dari berbagai keluhan yang ada, sementara untuk DAS nanti BWS akan menjawab karena untuk kota dan kabupaten Bima saat ini sudah terparkir dana lebih dari 100 milyar untuk normalisasi DAS, mudah mudahan berkenaan dengan lokasi yang dikeluhkan,” papar Taufik.

Agenda silaturrahmi yang dihadiri seluruh warga Lakompo tersebut setelah sesi tanya jawab, seluruh anggota dewan bersama kadis perkim didampingi sejumlah tokoh masyarakat meninjau langsung lokasi.

Sebagai catatan aspirasi yang ingin diselesaikan menjadi kebutuhan diantaranya perbaiki jembatan, peningkatan jalan tani (tanggul) setinggi 1 meter, bronjong DAS, drainase sepanjang 2 km dari lapangan sie sampai depan Kantor BRI Monta serta agenda jangka panjang menjadikan Lakompo desa pemekaran sie dan Tangga. (Jr)

Exit mobile version