Kota Bima, Jeratntb.com – Sebanyak 18 Orang ABK KM. Permata Asia yang mengalami troubel bocor di bagian bawah badan kapal berhasil diselamatkan dan dievakausi di pelabuhan Sape oleh perahu motor nelayan yang sebelumnya dipindahkan dari kapal LCT Permata II. Kapal dengan berat GT 1381 bermuatan 2.300 ton semen Tonasa diketahui tenggelam di perairan sebelah utara pulau sangiang Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.
Bagaimana kronologi kejadian yang sebenarnya?, Koordinator POS SAR Bima, Ariyansah Sosilo menjelaskan, informasi berawal dari munculnya sinyal distress Basarnas yang selanjutnya dilakukan pengecakan titik koordinat dan ketemunya di utara pulau Sangiang.
Setelah dipastikan titik koordinat tersebut, oleh pihak Basarnas melalui POS SAR Bima bersama-sama dengan PolAirud Bima Kota dan Potensi SAR 204 Bima lakukan koordinasi dengan pihak Navigasi untuk mengecek kapal lain yang melintas di utara pulau Sangiang. Namun oleh radar navigasi tidak terpantau adanya kapal lain yang melintas, oleh pihak SAR Bima coba lakukan komunikasi di luar dan berhasil berkomunikasi dengan pihak kapal LCT Permata II dari Manado yang kebetulan melintas di perairan utara Sangiang menuju Kupang.
Melihat kondisi separuh badan kapal KM. Permata Asia yang mulai tenggelam, kru kapal LCT Permata II mengevakuasi 18 orang ABK KM. Permata Asia.
Komunikasi dengan pihak kapal LCT Permata II terus dilakukan, karena kapal tersebut akan bergeser ke Kupang akhirnya 18 orang ABK KM. Permata Asia ditransfer ke Kapal Nelayan di sekitar perairan pulau Kelapa untuk dievakuasi ke pelabuhan Sape. Kebetulan salah satu ABK KM. Permata Asia ada yang dari Bima.
Dan lebih detailnya lagi, Ariyansah memaparkan bahwa perairan utara pulau Sangiang itu jalurnya kapal-kapal besar. Ukuran speed itu tidak ada yang bisa sampai ke sana, karena jarak 48 NM itu sama dengan sekitar 90 KM dari darat. Dengan jarak tempuh yang sekian kilo meter tersebut, ukuran BBM speed tidak mencukupi. Terangnya. (Jr QQ)

