Site icon Jerat NTB

Hari ini Pemdes Tenga Kembali Sukseskan Pencairan BLT Tahap ke Tiga Kepada 76 KPM

Bima, Jeratntb.com – Usai tahap satu dan dua, hari ini Pemdes Tenga, membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap ke tiga kepada 76 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pencairan BLT dilaksanakan di Kantor Desa Tenga, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Senin (22/8/2022) sekitar pukul 11.00 wita.

Pencarian dilakukan sekaligus selam tiga bulan, yakni untuk bulan Juli, Agus dan September, sebanyak Rp, 900.000/KPM.

Hasil tinjauan langsung media ini, proses pencairan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Tenga, Sardin SE, Sekretaris Desa M. Zakir S. Pd, BPD, Babinsa, dan 76 warga penerima manfaat.

Dalam rapat penerimaan BLT, Kades berharap semoga bantuan tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Selain itu, diluar dari pada program BLT ini, Sardin mengajak warganya agar tetap menjaga kerukunan.

“Jangan ada perselisihan di dalam hidup bermasyarakat, karena setiap masalah tentu yang lebih dulu membantu kita adalah tetangga dekat, maupun warga sekitar,” uangkap Sardin.

Dikatakannya, banyak laporan atau pengaduang dari masyarakat lantaran persoalan spele, sehingga merusak hidup bermasyarakat.

“Pahami watak masing-masing, perselisihan tidak membuahkan hasil, namun hanya merusak hubungan antara sesama,” ucapnya.

Sementara itu, Sekdes Tenga M. Zakir S. Pd, memaparkan bahwa, kehadiran masyarakat penerima manfaat merupakan yang ke tiga kalinya di kantor desa setempat, yaitu dalam hal pembagian BLT.

Kemudian, pencairan tentu sesuai dengan regulasi dan aturan yang berlaku, “begitu pula bagi penerima manfaat ini sesuai dengan kriteria,” bebernya.

Sekdes mengatakan, BLT terus bergulir selama satu tahun sebanyak empat kali penerimaan,”itu dilakukan guna menggantikan pengeluaran masyarakat selama pendami,” jelasnya.

Lebih lanjut Sekdes menyampaikan, jumlah ADD tergantung dari luas wilayah dan jumlah penduduk. Sedangkan, katanya desa tengah merupakan urutan ke 3 paling bawah se Kecamatan Woha dari 15 Desa.

“cukup dimaklumi, anggaran ADD di desa kita urutan ke tiga paling rendah,” terang M. Zakir.

Selain itu, menurut Informasi sementara, lanjut Zakir, tahun 2024 program BLT akan berlanjut namun dengan porsi anggaran hanya 25% saja.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa dipergunakan sebaik mungkin, gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat” harapnya.

Usai pembagian BLT, melalui media ini Kades mengatakan selama proses pencairan berjalan dengan baik, “setelah ini segera kami usulkan pencarian untuk tahap berikutnya,” tutup Sardin. (Jr Iphul).

Exit mobile version