Bima, Jaratntb.com – Puluhan pekerja kasar (kuli) proyek Waskita harus menelan pil pahit, pasalnya selama dua bulan kerja belum juga dapat upah.
Kontraktor dari Perusahaan Waskita Karya belum memberikan kepastian. Padahal, para buruh bangunan yang mayoritas berasal dari daerah Sumba ini hanya mengandalkan dari pendapatan tersebut untuk biaya hidup sehari-hari.
“Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari disini terpaksa kami hutang kiri-kanan,” ungkap Risto salah seorang kuli melalui media ini.
Mereka mengaku pernah menagih upah kepada pihak subkontraktor, namun hanya menerima janji kosong, “janji-janji saja tapi uang belum juga ada,” sesalnya.
Risto berharap kepada subkontraktor atau pihak terkait segera membayar upah, dikatakannya, beberapa temannya mengeluh karena menerima telpon dari kampung berharap ada kiriman dari hasil kerja mereka.
“kemarin teman saya cekcok lewat telepon dengan istrinya, lantaran belum juga ada kiriman” sebutnya.
Akibatnya, sejumlah buruh proyek tersebut ada yang mogok kerja lantaran belum pernah menerima upah, sedangkan pekerjaan proyek Waskita penguat tebing DAS Pela Parado di wilayah bantaran sungai Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, sudah berjalan kurang lebih selama dua bulan.
Hal sanada disampaikan oleh kepala keamanan proyek, One dan Abdul Muis, mereka mengaku prihatin melihat keadaan para buruh, “kasihan, mereka terlantar dan terkatung-katung hidupnya disini karena belum dapat upah,” jelas one.
Dikatakannya, para buruh proyek sebagian ada yang mogok kerja, dengan alasan lantaran tidak ada uang buat makan,”Kalau paksa untuk kerja, meraka pasti mati,” bebernya. (Jr Iphul).

