Desak Penanganan Kasus Pencabulan di Tangga, Sejumlah Warga Tutup Akses Jalan Rabu Kemarin

Bima, Jeratntb.com – Sejumlah warga di Desa Tangga melakukan aksi blokir jalan, Rabu (28/02/2024). Diduga, aksi tersebut mempertanyakan proses hukum dugaan kasus pencabulan yang dilaporkan NY ibu korban bulan Mei 2023 lalu.

Dugaan pencabulan melibatkan seorang pengusaha berinisial M warga desa tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, terhadap seorang pelajar bunga (nama samaran).

Aksi pemblokiran jalan dilakukan sekitar pukul 10.48 wita, akibatnya ruas jalan raya Lintas Tente – Parado macet total, hingga dilakukan negosiasi oleh anggota Mapolsek Monta.

Salah seorang massa aksi, Samsuddin (45) mempertahanyakan proses penanganan kasus tersebut cukup lama, namun kepastian hukum belum ada hingga sampai saat ini,”kenapa belum selesai sampai hari ini,” ungkap Samsuddin saat melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kapolsek Monta, AKP Takim menyebutkan, kasus tersebut masih dalam proses dan tetap akan ditengani, “Hanya saja saat ini masih terbentur dengan proses rekapitulasi penetapan KPU terkait pemilu ini, pemerintah sedang menangani pemilu, kemungkinan besar usai tahapan pemilu ini baru bisa fokus,” jelas Kapolsek.

“Saya hanya meneruskan permaklumat pimpinan dan pemblokiran jalan tidak ada kaitannya dengan kasus tersebut,” sambungnya.

Takim menegaskan, katika aksi unjuk rasa yang disertai dengan blokir jalan dan merusak fasilitas dapat merugikan banyak pihak sehingga harus dilarang.

Setelah proses negosiasi cukup lama, akhirnya pemblokiran jalan kembali dibuka. Tumpukan kayu dan batu di ruas jalan dibersihkan oleh aparat kepolisian dan TNI yang dibantu oleh masyarakat setempat. (Jr Ipul)

Pos terkait