Site icon Jerat NTB

Diduga, Oknum Wartawan Manfaatkan Organisasi Kewartawanan Teror Jajaran Pendidikan

Bima, Jeratntb.com – Bernaung pada bendera selaku DPC salah satu organisasi kewartawanan oknum berinisial MW diduga kuat melancarkan aksi pemerasan.

Modus operandi ini dilakukan dengan menerbitkan surat edaran yang isinya bak tugas Inspektorat dan BPK melakukan infestigasi dugaan penyimpangan dana BOS.

Surat ini melibatkan LSM dan sejumlah wartawan dan pimpinan media sebagai personil.

Sebelumnya ulah oknum ini telah memakan korban pemerasan dua orang kepala sekolah.

Belakangan sejumlah nama yang dilibatkan mulai sadar lalu menarik diri, sejak kami ketahui dia (MW-red) terlibat dugaan pemerasan. Saat itu juga kami nyatakan tarik diri dan keluar dari keanggotaan organisasi, ungkap mereka.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh J, T, A, dan S di kantor redaksi jeratntb.com selasa (19/3-24).

Pada kesempatan itu pula melalui salah satu wartawan langsung menghubungi beberapa Korwil UPT Dikbudpora untuk diteruskan kepada seluruh kepala sekolah agar mengabaikan surat edaran yang dimaksud karena dianggap tidak mendasar.

Sebab, selain keanggotaan dalam surat tersebut sudah menarik diri oknum MW juga diduga telah memanipulasi gelar sarjana (Drs-red) pada namanya yang tentu hal ini akan memunginkan mendapat somasi pihak perguruan tinggi yang dimaksud.

“Kecurigaan tersebut sangat beralasan karena yang kami ketahui selama ini yang bersangkutan tidak pernah punya karya jurnalistik, kalaupun ada itu hanya klaim karya orang lain alias plagiat,” tandas yang lain.

Ibarat pepatah tong kosong nyaring bunyinya. MW ini sejarahnya sebagai loper koran untuk banyak media tapi berlagak seperti seorang jurnalis kawakan tepuk dada atas karya karya orang lain.

Melegitimasi diri dihadapan publik dengan berkamuflase dalam berbagai komunitas dan tongkrongan awak media, mengejar posisi agar dianggap penting hingga kemudian berhasil membalut diri dalam tameng ketua DPC sebuah organisasi kewartawanan, yang akhirnya posisi itu diduga dijadikan alat pemerasan.

Untuk persoalan ini redaksi jeratntb sedang berupaya melakukan koordinasi langsung pihak DPP di Makasar. Untuk keterangan awal ketua LITBANG DPP, Rahim Barak diperoleh tanggapan bahwa pihaknya pada hari selasa pagi langsung meminta klarifikasi kepada MW, “Dan setelah kami mintai keterangan soal keterlibatannya dalam dugaan pemerasan, dia menjawab bahwa hal itu tidak benar,” ungkap Rahim rabu pagi tadi.

“Klarifikasi itu langkah awal dari kami yang mewakili DPP, sementara ini kami juga akan tetap terus menelusuri kebenaran informasi tersebut,” ucapnya. (Jr)

Exit mobile version