Site icon Jerat NTB

Musda Gapehani Kabupaten Bima Sukses Digelar, Ketua Terpilih Siap Melayani Secara Mudah, Cepat dan Sederhana

Bima, Jeratntb.com – Organisasi Gabungan Pengusaha Hewan Nasional (Gapehani) Kabupaten Bima, menggelar Musda ke II bertempat di Kalaki, minggu (29/12/2024).

Musyawarah Daerah (Musda) ini digelar sekaligus pemilihan ketua Gapehani yang diikuti oleh dua calon kandidat, yakni Muziburrahman, SH dan Marwan.

Hardir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Terpilih Dr. H. Irfan, Kapolres Bima, Dandim 1608/Bima, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, serta puluhan Pengusaha Ternak.

Hasil tinjauan langsung media ini, usai melakukan Musda, dilanjutkan dengan pemilihan ketua Gapehani yang baru dengan sistem pemungutan suara/pencoblosan. Dari jumlah 55 peserta dan yang berhak melakukan pemilihan hanya 51 orang, 1 peserta tidak hadir dalam pemilihan.

Hasil pemungutan suara Muziburrahman meraih suara terbanyak, yakni 36 suara sementara Marwan hanya mendapat 14 suara.

Ketua Gapehani terpilih, Muziburrahman melalui awak media menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak atas dukungan serta partisipasinya.

“Saya menyampaikan terimakasih banyak kepada teman-teman pengusaha yang telah hadir sekaligus memberikan dukungan, sehingga saya terpilih dan mendapatkan suara terbanyak”, ujarnya.

Sebagai ketua Gapehani menggantikan Abdul Khaer, dirinya yakin akan melayani pertenak dengan baik,”dalam melayani masyarakat tani harus secara mudah, cepat dan sederhana tanpa dipersulit,” tegas Muziburrahman.

Dikatakannya, kedepan akan membentuk pengurus baru dan bersinergi dengan dinas terkait demi kesuksesan petani ternak,”bagaimana penjualan sapi, kerbau, domba ataupun ternak lainya, sehingga mendapatkan dukungan penuh pemerintah sesuai harapan Bupati dan Wakil Bupati Bima terpilih,” jelasnya.

Lebih lanjut Muziburrahman mengatakan, bahwa ini merupakan salah satu visi-misi Bupati dan Wakil bupati terpilih bagaiamana populasi ternak di kabupaten bima dapat berkembang pesat guna kesejahteraan masyarakat lebih khusus para petani ternak.

Mengenai kendala yang dialami oleh petani ternak selama ini adalah proses pengiriman sapi korban menuju jabodetabek.

“IsyaAllah kendala-kendala yang dihadapi oleh petani selama ini diantaranya, transportasi armada laut atau tronton, karena sebelumnya tidak tersedianya tol laut, alhamdulillah informasi real yang didapat kita telah memiliki tol laut reguler,” bebernya.

Muziburrahman berharap pemerintah dapat menyediakan armada yang memadai,”sehingga proses pengiriman ternak ke jabodetabek lancar dan tidak ada kendala,” ujarnya.

Mengenai keluhan tarif ekspedisi sebenarnya tidak ada kenaikan, justru semakin menurun,”dibandingkan sejak tahun 2021 tarifnya mencapai hingga Rp. 1.600.000 semantara saat ini Rp. 1.400.000-1.500.000,” cetusnya. (Jr Iphul).

Exit mobile version