Site icon Jerat NTB

Ketua Gapehani Desak Keswan Provinsi NTB, Cabut Ijin CV yang Bermasalah.

Bima, Jeratntb.com – Muziburrahman, SH selaku Ketua Gabungan Pengusaha Hewan Nasional Indonesia (Gapehani) Kabupaten Bima, menyampaikan protes terhadap kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dinilai tidak profesional.

‎‎Ia menyatakan bahwa terdapat tiga perusahaan yang diberikan izin melalui jalur tol laut oleh Dinas Peternakan Provinsi NTB yang melanggar prosedur. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Sabtu malam (18/04/26). ‎‎

Lebih lanjut, Muzibur menjelaskan bahwa tiga perusahaan tersebut adalah CV. Linda Sari, CV. Tiga Putra Dompu, CV. Spartal Mandiri, dan CV. Karya Mandiri.

‎‎Beberapa dari perusahaan tersebut diberikan izin untuk mengangkut sapi ke Jakarta melalui jalur tol laut, namun telah melanggar aturan dengan mengambil sampel darah di Dompu sementara sapinya berada di Bima.‎‎

“Ketiga CV tersebut seharusnya tidak diberikan izin karena mereka mengambil sampel darah di Dompu tetapi sapinya berada di Bima, ini melanggar aturan,” jelasnya.‎‎

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa CV tersebut menyebabkan kerugian bagi Pemkab Bima karena mereka membayar Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Dompu, sementara sapinya berada di Bima,”Kerugian Pemkab Bima mencapai dua puluh satu juta Rupiah dari jumlah sapi yang mereka muat sebanyak 350 ekor,” ujarnya.

‎‎Ketua Gapehani mendesak Pemerintah Kabupaten Bima untuk tidak memberikan izin kepada beberapa CV yang tidak membayar PAD,”Saya meminta kepada Karantina Bima untuk tidak memberikan izin jalan terhadap CV tersebut dan melakukan pengambilan sampel darah ulang,” tegas Muziburrahman

Selain itu, Muzibur juga berharap kepada petugas portal di Kecamatan Madapangga agar tidak memberikan stempel izin jalan tanpa ada sapi yang diangkut dari Dompu. Ia juga menuding Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu yang diduga melakukan kolusi dengan beberapa CV tersebut. ‎‎

“Mestinya Kepala Dinas Peternakan Dompu harus mengawasi pengambilan sampel darah CV tersebut karena saya yakin pengambilan sampel darah tersebut tidak ada sapinya di lokasi,” ujarnya. (Jr Ages)

Exit mobile version