Site icon Jerat NTB

Baru Tiga Bulan Jadi Kepala Sekolah, Muhammad Sulap Sekolah SMP Negeri 7 Monta Satap Menjadi Lebih Baik

Bima, Jeratntb.com – Dalam kurun waktu baru tiga bulan menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Monta Satap, Muhammad, S. Pd., telah berhasil menyulap wajah sekolah tersebut menjadi lebih baik, dengan menghadirkan bangunan baru dan rehab melalui program revitalisasi satuan pendidikan 2026.

‎Sebuah pencapaian yang mencerminkan transformasi visual dan fungsional yang signifikan, sekolah ini sekarang menampilkan infrastruktur yang lebih baik untuk mendukung proses belajar mengajar.

‎Muhammad yang akrap disapa Pak Man ini menguraikan bahwa, sekolah memiliki tiga ruang kelas yang direnovasi, satu perpustakaan yang bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi para siswa, dan sebuah toilet yang lebih representatif.

‎Sementara untuk bangunan baru, yakni ruang administrasi yang merupakan kombinasi ruang kepala sekolah dan ruang guru, memberikan kesempatan bagi para pendidik untuk berkolaborasi lebih erat.

‎Ketika berdiri di balik gedung sekolah yang baru direnovasi, tampilan segar ini bukan hanya menyangkut aspek fisik, ada pula pengharapan baru yang terbangun bersama setiap tembok yang diperbarui.

‎Ini adalah bukti dari langkah nyata dan komitmen SMP Negeri 7 Monta Satap dalam usahanya mencerdaskan generasi muda penerus bangsa.

‎Muhammad yang mulai menjabat sebagai kepala sekolah sejak bulan April 2026, dari awal sudah menunjukkan semangat kebersamaan. Dia berhasil membawa perubahan signifikan yang menghembuskan angin segar di sekolah tersebut, serta menghadirkan gagasan baru untuk meningkatkan kinerja sekolah secara keseluruhan.

‎Semangat dan trobosan luar biasa berhasil menjemput Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan usaha strategis beliu yang bertujuan untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah melalui rehabilitasi serta pembangunan baru.

‎”Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman, guna meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan,” ungkapnya merinci visi di balik setiap pembangunan yang dilakukan.

‎Program ini tidak hanya terbatas pada pembenahan sarana prasarana dan fasilitas fisik sekolah saja. Bentuk lain dari reformasi yang dilakukannya adalah implementasi sistem kinerja, evaluasi laporan, serta meningkatkan kedisiplinan di antara guru dan seluruh staff yang bertugas di SMP Negeri 7 Monta Satap.

‎Selain itu, sebelumnya siswa yang bersekolah di SMP Negeri 7 Monta Satap hanya berasal dari warga sekitar Dusun Diha. Namun, berkat ide dan gagasan beliau serta kerja sama dengan para guru staf sekolah, berhasil mengajak siswa dari desa-desa lain, seperti Desa Sie, Tangga, dan Baralau.

‎”Rencana kami ke depan adalah membeli kendaraan agar siswa dari luar desa dapat dijemput dan diantar menggunakan kendaraan tersebut,” terangnya.

‎”Saya merasa seperti membangun rumah saya sendiri,” Lanjutnya, mengacu pada kemajuan yang telah dan sedang dicapai. Meski begitu, Muhammad menunjuk pada rencana jangka panjang yang mencakup perbaikan gerbang dan gapura sekolah untuk melengkapi program revitalisasi yang sudah berjalan.

‎Pencapaian ini tentu luar biasa! Membangun dan merenovasi sekolah dalam kurun waktu yang relatif singkat masa jabatan adalah sebuah bukti nyata dari dedikasi, visi, dan kapabilitas manajemen yang kuat dari seorang pemimpin.

‎Suasana baru yang diciptakan di sekolah sekarang menumbuhkan antusiasme yang baru pula, menghilangkan kejenuhan yang dahulu mungkin pernah ada, dan menumbuhkan semangat belajar yang lebih tinggi bagi siswa.

‎Muhammad sangat berharap dan bertekad untuk menemukan cara bagaimana membangun dan mengembangkan sekolah ini agar dapat bertahan dalam jangka panjang.

‎”Dalam mewujudkan harapan tersebut, saya berkomitmen untuk melakukan segala sesuatu secara maksimal dan memastikan setiap langkah yang diambil senantiasa mendukung visi dan misi sekolah kami,” tegasnya.

‎Dengan demikian, Ia dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyiapkan para siswa menghadapi masa depan dengan lebih baik. (Jr Iphul).

Exit mobile version