Bima, Jeratntb.com – Jalan raya penuh dengan lautan manusia yang mengenakan sarung tenun adat khas Bima, sebuah pemandangan yang menghentikan sejenak hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.
Sarung tenun berwarna biru khas Mbojo-Bima melambangkan identitas budaya daerah yang begitu kuat, menonjolkan warna dan corak yang menjadi simbol kekayaan tradisional. Perayaan hari jadi Bima yang ke-386, menghidupkan kembali sejarah panjang dengan menggelar Pawai Rimpu di bawah langit cerah pada Senin (29/6).
Peserta berasal dari 18 kecamatan, di kabupaten Bima melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta berbagai instansi pemerintahan dan desa, termasuk tenaga pendidik dari berbagai level pendidikan, hingga anggota Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ikut berbaur dalam semangat perayaan untuk menghormati perkembangan dan capaian Bima selama ratusan tahun.
Titik kumpul peserta yang semarak terjadi di Lapangan Talabiu, sebelum para peserta membentuk iring-iringan menuju panggung kehormatan di halaman Kantor Bupati Bima.
Berbagai pertunjukan seni dan budaya menceminkan keragaman tradisi yang menyatu dalam perayaan ini, mendominasi dengan warna sarung biru yang mencuri pandangan.
Masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk anggota TNI dan Polri, turut serta dalam pawai, menambah kekayaan warna-warni acara yang mampu mengundang perhatian dan merajut kebanggaan daerah makin erat.
Para wanita bima hadir dengan anggun mengenakan Rimpu, sebuah busana adat perempuan yang dibuat dengan sarung tenun Mbojo, mencerminkan kedalaman tradisi serta keunikan budaya yang tak ternilai.
Tidak hanya kebudayaan Bima yang diangkat, persatuan dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Bima turut meramaikan acara, memperlihatkan kesatuan dalam keberagaman.
Dalam gelora perayaan ini, Bupati Bima, Ady Mahyudi, mengutarakan apresiasi dengan penuh kehangatan kepada seluruh peserta yang telah berjasa mensukseskan kegiatan tersebut.
”Terima kasih sebesar-besarnya kami sampaikan kepada semua peserta yang telah meriahkan acara ini. Kehadiran dan partisipasi masyarakat adalah bukti tak terbantahkan bahwa semangat menjaga dan melestarikan budaya daerah masih terjaga dengan baik,” ungkapnya.
Beliau menambahkan bahwa Pawai Rimpu bukan hanya seremonial belaka, tetapi sebuah momentum untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Bima. Dengan ini, semangat dan kesatuan bangsa digalakkan, menjadi fondasi kuat untuk menghadapi masa depan yang lebih cerah.
Acara pun berlangsung dengan penuh antusiasme, dimulai dengan pengumuman kejutan hadiah door prize. Hadiah utamanya adalah satu unit sepeda motor, yang membuat seluruh hadirin antusias.
Selain itu, terdapat berbagai hadiah menarik lainnya yang menambah semarak suasana. Kemeriahan acara ini tidak terhenti di situ, karena kegiatan terus berlanjut hingga malam hari di halaman kantor Bupati Bima.
Panggung megah yang menampilkan ragam kekayaan budaya Bima. Para penampil, dengan kostum tradisional yang memukau, memanjakan mata penonton dengan tari-tarian yang sarat makna budaya, musik tradisional yang menggugah nostalgia, serta pertunjukan seni yang mengajak setiap orang untuk lebih mengenal warisan budaya Bima. (Jr Iphul)
Pawai Rimpu Hari Jadi Bima Ke-386, Antusias Puluhan Ribu Peserta Mendominasi Corak Biru

