Site icon Jerat NTB

Pemda Bima Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan

Bima, Jeratntb.com – Pemerintah Kabupaten Bima melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) .

‎Rakor tersebut membahas database bencana, dampak fenomena kekeringan, hingga rencana kebutuhan darurat di ipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Drs. Agus Salim, M.Si, di dampingi oleh Plt. Sekretaris BPBD, Hardiansyah, S.ST., M.Eng dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, M. Nurul Huda, ST., MT.

‎Dalam rapat tersebut, Drs. Agus Salim, M.Si menekankan pentingnya langkah cepat, sigap, dan kolaboratif dari seluruh jajaran pemerintah hingga ke tingkat desa.

‎”Saya meminta seluruh Pemerintah Kecamaratan dan Pemdes untuk mengimbau masyarakat serta menjaga wilayahnya masing-masing agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Kabupaten Bima, ” Ujarnya Kamis, (06/8/25) siang tadi.

‎Lanjut mantan Kepala BKD Kabupaten Bima ini, data Pusat Pengendalian p dan Operasi (Pusdalops) BPBD kabupaten Bima, potensi dan dampak Kekeringan di Kabupaten Bima dapat dilihat dari perubahan musim.

‎Sebentar lagi, memasuki musim kemarau tahun 2026 yang diperkuat oleh fenomena El Niño, Kabupaten Bima menghadapi potensi bencana kekeringan yang meluas di sejumlah wilayah.

‎Bencana kekeringan berpotensi melanda 40 desa yang tersebar di 13 kecamatan, dengan estimasi populasi terdampak mencapai 8.665 KK atau 27.343 jiwa.

‎Untuk menangani kondisi darurat tersebut, BPBD bersama pihak terkait telah melakukan pengiriman bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

‎Guna mengantisipasi dampak kekeringan yang kian memburuk, Rapat Koordinasi menyepakati sejumlah poin strategis dan pembagian peran antar-Perangkat Daerah

‎Pemkab Bima meminta kepada Masyarakat melakukan langkah-langkah penghematan air secara bijak. (Ages)

Exit mobile version