Site icon Jerat NTB

Produk Benih Unggul BISI Macho dan Maskot. Petani : Terbukti Berhasil dan Tahan Penyakit

Bima, Jeratntb.com – PT BISI International, Tbk. (BISI) mengadakan sosialisasi terkait produk benih unggul terbaru untuk meningkatkan produktivitas petani jagung di Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, yang dikenal sebagai salah satu kawasan lumbung pangan.
‎
‎Sosialisasi ini dihadiri langsung oleh para petani jagung dan didampingi oleh tim survei Ekspifi Agronomis BISI Bima Doumpu. Sabtu (3/10).
‎
‎Seorang petani jagung, Arif Kusnadhi, menyampaikan melalui media ini bahwa selama 3 hingga 4 tahun ia telah menggunakan produk BISI seperti BISI 18, dan menyambut baik kehadiran produk terbaru ini.
‎
‎Produk tersebut adalah Macho BISI 235 dan Maskot BISI 234, yang menurutnya memiliki keunggulan luar biasa, menghasilkan buah yang padat, besar, dan panjang.
‎
‎Arif Kusnadhi, yang dikenal dengan sebutan presiden Monta, menyarankan untuk bijak dalam memilih bibit, terutama bibit terbaru ini. “Kita bisa melihat sendiri kualitas dan warnanya dari jagung ini tidak diragukan lagi,” jelasnya.
‎
‎Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa keunggulan produk BISI, yaitu Macho dan Maskot, dapat beradaptasi di berbagai tempat dan jenis lahan.
‎
‎”Produk ini dapat ditanam di dataran rendah hingga tinggi, baik di lahan sawah maupun ladang tadah hujan, serta tahan di musim kemarau maupun hujan, terutama di wilayah Desa Tolouwi, tempat tinggal kami” tandasnya.
‎
‎Selain itu, Macho memiliki potensi hasil yang tinggi, dengan rata-rata hasil panen mencapai 10,79 hingga 12,23 ton per hektar.
‎
‎Hal tersebut juga disampaikan oleh tim survei Ekspifi Agronomis BISI Bima Doumpu, Armando, yang menambahkan bahwa produk ini lebih hemat.
‎
‎”Biasanya membutuhkan 20 kg/hektar, namun bibit terbaru ini cukup hanya 17 kg/hektar, serta tahan terhadap penyakit bulai dan hama daun, serta kuat terhadap rebah akar maupun batang,” jelasnya.
‎
‎Sementara itu, keunggulan dari MASKOT adalah tahan terhadap kekeringan. “Sangat cocok sebagai solusi di lahan tadah hujan karena tetap berbobot dan stabil meskipun menghadapi kekurangan air atau cuaca ekstrem,” tambahnya.
‎
‎Ia mengatakan, terbukti sudah banyak yang berhasil, dengan 1 dus mencapai hasil 10-12 ton/hektar.
‎
‎Sosialisasi Macho BISI 235 dan MASKOT BISI 234 disambut dengan antusiasme oleh para petani, dan didampingi oleh Tim survei Ekspifi Agronomis BISI Bima Doumpu, sosialisasi berjalan lancar dan tertib. (Jr Iphul)

Exit mobile version