Pamer Kehebatan Kepala SMKN 1 Monta, DPW Moi NTB Angkat Bicara

di ruangan Kapolres Bima senin (22/7-19)

Bima, JeratNTB.com – Dugaan intimidasi terhadap 7 orang Wartawan di Bima oleh Oknum Kepala SMK Negeri 1 Monta Kabupaten Bima santer dipublikasikan melalui Media dan menjadi viral di Dunia Maya dan diperbincangkan khalayak.

Beberapa Organisasi Wartawan pun ikut bersuara sebagai bentuk empati terhadap Kuli Tinta yang terkesan dirong-rong haknya sebagai seorang Jurnalis yang dilindungi Undang-undang Pers No. 40 tahun 1999.

Halnya Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abdul Sukur, ST ikut menyuarakan dan membawa aspirasi rekan Media Online di Provinsi NTB.

Menurut Abdul Sukur yang juga sebagai Pimpinan Media Cetak dan Online Lensa Pos NTB, bahwa tindakan pengusiran yang dilakukan oleh Oknum Kepala SMKN 1 Monta terhadap 7 Wartawan yang akan melakukan konfirmasi dinilai telah melanggar Kebebasan Pers, bahkan dianggap telah menghalangi tugas Jurnalistik yang telah diatur dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999.

Ke tujuh awak media yang hadir saat itu diantaranya Suharlin, S.Sos pimpinan redaksi JeratNTB, Edho Rusadi, SH Redaktur Radar Tambora, Al Furqan, S.Sos Pimpred WartaNTB, Zainul Arifin, S.Sos Pimred Realnews, Muhaimin, S.Pd Pimred Kupas Bima, Arief Rahman, S.Pd wartawan Pelopor Krimsus dan Marwan wartawan Fajar news.

Sukur mengingatkan, “tiap jurnalis yang menjalankan tugasnya dilindungi UU Pers, dalam Pasal 18 UU Pers disebutkan ancaman pidana 2 tahun atau denda Rp. 500 juta apabila ada pihak yang menghalangi kerja jurnalistik.” Tegasnya di Polres Panda siang kemarin.

Jurnalis mendapatkan perlindungan hukum dalam mencari, menyimpan dan mengelola berita. Ketua DPW MOI NTB menilai aksi itu telah mengintimidasi wartawan, Sangat disayangkan intimidasi itu terjadi, apalagi dilakukan oleh seorang Publik Figur yang nota bene memiliki Pendidikan yang tinggi. [jr 02]

Pos terkait