Sumber Mata Air Kering, Desa Kore dan Boro Terancam Gagal Tanam

Bima, Jeratntb.com – Seiring berjalannya waktu, Kabupaten Bima kini menjadi hutan yang paling terancam ketika pohon ditebang, dan dampak dari pembalakan liar menjadikan daerah gersang karena sudah tidak ada lagi yang membantu tanah menyerap lebih banyak air.

Sehingga hilangnya kesuburan tanah mengakibatkan tanah menyerap sinar matahari terlalu banyak, akibatnya kering dan gersang.

Itulah yang terjadi saat ini, di Desa Kore dan Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, pembalakan liar yang dilakukan oleh oknum kelompok mayarakat yang terjadi sejak 2018 lalu hingga kini tampak kering dan gersang.

Itu diakui oleh masarakat setempat, salah satunya, Husai H. Akarim, akibatnya sejumlah titik mata air yang biasa mensuplai air persawahan petani Desa Kore dan Boro sudah mulai kering. “Diantaranya, So Marambu, So kompon, So ndata, So Pajakai dan So punti moro” papar Husein kepada media ini, Selasa (26/5-20).

Sementara itu pemerintah setempat belum ada tindakan nyata yang dilakukan. “Dengan kondisi ini, dua desa tersebut terancam mengalami krisis air dan gagal tanam,” imbuhnya,

Bukan hanya itu, kondisi hutan saat ini dapat dipastikan tidak lagi bergungsi sebagai penyerap dan menyimpan air dalam jumlah yang banyak ketika musim hujan tiba.

Ia berharap adanya penghijauan kembali dan tidak boleh ada kegiatan apapun. ” Pemerintah setempat harus bertindak tegas, dan jangan diam saja dengan keadaan seperti ini” harap Husein, (Iphul)

Pos terkait