Bima, Jeratntb.com – Pasca islah yang dilakukan beberapa waktu lalu di kantor Camat Monta, suasana ke dua desa mulai berangsur kondusif. Namun insiden yang terjadi kamis (10/9-20) malam, suasana dua desa kembali memanas menyusul aksi penyerangan yang coba dilakukan warga desa Tangga Baru pada Jum’at (11/9-20) sore.
Untungnya aksi penyerangan itu tidak sampai memuncak karena reaksi tanggap dan cepat jajaran TNI Polri yang langsung menduduki TKP.
Sebelumnya, aksi penyerangan itu dipicu akibat ulah oknum warga Waro yang melakukan penyerangan pada sejumlah warga Tangga Baru usai mengikuti tadarusan 44 hari wafatnya almarhum sebagai korban pembunuhan. Baca : https://jeratntb.com/?p=8184
Sekitar 11 orang warga Tangga Baru yang sengaja dihadirkan oleh Kades Tangga Baru sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga korban. Dengan menggunakan mobil pic up 11 warga dalam perjalanan pulang, tiba tiba dari arah kanan, penumpang mobil dikagetkan dengan teriakan kesakitan korban (Mujahidin).
Tidak ada yang menyadari ada oknum pelaku yang sengaja melempari mobil sehingga mengenai lutut korban. Akibat aksi itu, korban mengalami luka memar bagian lutut kiri.
Menyikapi hal ini, Kapolres Kabupaten Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo menegaskan agar pemerintah desa ikut menjamin keamanan masing masing desa. “Ini kita lakukan bukan berarti melepas tanggungjawab, tapi lebih pada penegasan agar semua unsur di tingkat desa mampu tampil sebagai pelopor kamtibmas,” ungkapnya saat bertemu unsur pemerintah dua desa di Polsek Monta.
Obrolan lepas yang didampingi kasat intel dan kapolsek itu, Gunawan mengatakan bahwa jika islah telah dilanggar maka langkah terbaiknya adalah melibatkan semua unsur di setiap desa sebagai garda depan memberikan penyadaran hukum bagi warganya. “Ini efektif jika semua unsur yang kita maksud memiliki komitmen kuat untuk ikut menciptakan stabilitas lingkungan,” imbuhnya. (Jr )

