Kota Bima, Jerat.com – Aksi pembersihan material sampah dan potongan kayu serta bambu di Dam Raba Salo-Penatoi yang menghalangi laju air sungai yang teridentifikasi akan mengakibatkan terjadinya luapan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi kembali dilakukan oleh Federasi Tim Siaga Bencana (FTSB) Kota Bima.

Aksi yang didukung penuh oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Bima itu dilakukan pagi hari tadi Selasa 17 Maret 2020 dimulai pukul 08:00 Wita.

Wakil Ketua I FTSB Kota Bima, M. Jufrin Hasyem mengatakan bahwa aksi ini kali ke-dua dilakukan, setelah kurang lebih satu bulan yang lalu dibersihkan.

Menurutnya, material sampah dan potongan kayu serta bambu tersebut menumpuk karena terhalang oleh tiang tengah jembatan. Dan ini akibat dari curah hujan yang lumayan tinggi terjadi di wilayah hulu beberapa hari kemarin, sehingga material tersebut ikut terbawa dan tertahan oleh tiang tengah jembatan.

“Ini bagian dari mitigasi bencana yang kami lakukan, dalam upaya mengurangi risiko, namun tidak bisa hanya dilakukan dengan cara manual, perlu bantuan alat untuk menarik potongan kayu dan bambu”, tuturnya.

Hal inipun menurutnya bukan sebagai kali terakhir dilakukan, karena selama jembatan ini masih memiliki tiang tengah, maka material sampah dan potongan kayu serta bambu akan tetap tertahan.

“Solusinya cuman satu, mengganti konstruksi bangunan jembatan ini seperti jembatan Penatoi dan Padolo dengan tanpa tiang tengah”, ungkapnya.

Semoga Pemeritah kota Bima lewat Dinas terkait bisa memprioritaskan percepatan rehab jembatan Dam Salo. Tutupnya. (Jr Ais).

Mari berbagi artikel ini


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here