Mataram, Jeratntb.com – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Nusa Tenggara Barat mendesak gubernur NTB memperhatikan pelayanan masyarakat (pasien dan keluarga pasien) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB agar diperbaiki.
Ketua bidang Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga PWPM NTB, Candra, M.Pd, menegaskan bahwa pelayanan RSUD Provinsi NTB saat ini terkesan kurang memperhatikan nilai kemanusiaan.
Candra menilai terdapat beberapa pasien dan pihak keluarga yang mengeluh akibat tidak mendapatkan pelayanan baik di RSUD tersebut, padahal mereka sudah bersusah payah agar memperoleh layanan yang layak.
“Kami melihat pemerintah kurang serius melayani masyarakat di RSUD Provinsi NTB ini, padahal urusan kemanusiaan seharusnya lebih diprioritaskan, karena itu kami mendesak gubernur untuk lebih memperhatikan hal ini”, Terang Candra, Sabtu (12/9-20).
Selain ada keluhan dari masyarakat, PWPM NTB juga telah meninjau dan memastikan secara langsung kondisi yang sebenarnya terjadi di RSUD Provinsi NTB.
Hasi dari pada itu, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah NTB, Candra mengakui masih banyak terlihat kondisi beberapa pasien yang tidur di tempat yang tidak seharusnya (tidak layak), “Mereka tidur beralaskan tikar karena tidak mendapatkan kamar pasien” Sesalnya,
Menurut Candra, hal itu merupakan lemahnya pemerintah dalam memastikan ketersediaan perangkat dan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya. “Kondisi semacam itu tidak seharusnya terjadi”
Pemerintah sudah me-refocusing anggaran untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan, “Akan tetapi bila kenyataannya seperti itu maka kami menganggap pemerintah telah lalai” Terangnya,
“Tidak ada alasan RSUD NTB mengatakan tidak ada kamar kepada pasien, Itu tidak masuk di akal sehat kami” Tegas Candra,
Bayangkan bila dalam waktu bersamaan terdapat sejumlah pasien yang kondisi kesehatannya pada situasi genting (emergensi), lantas petugas RSUD mengatakan tidak ada ruangan, maka hal tersebut akan membuat kondisi mereka akan semakin parah.
Tentu saja, hal semacam itu tidak diharapkan oleh semua orang, “Kami tidak ingin lagi mendengar laporan seperti itu di kemudian hari, karena ini sangat memalukan” Tandasnya,
Pemerintah diangga gagal apa bila tida bisa menciptakan pelayanan kesehatan yang prima dan adil, karena itu merupakan tolak ukur utama dalam menilai keberhasilan pemerintah.
Candra kembali mengingatkan bahwa banyak hal yang perlu sampaikan ke publik berkenaan dengan hal tersebut.
Terutama bagi Pemuda Muhammadiyah NTB, meminta agar RSUD NTB terbuka kepada semua orang apa bila mereka membutuhkan tambahan fasilitas maupun tambahan tenaga medis.
Sehingga tidak ada lagi alasan kekurang ini dan itu kepada pasien. Karena alasan itu tidak boleh terjadi di rumah sakit yang berada di Ibu
Kota Propinsi, “Alasan seperti itu tidak bisa dibiarkan terjadi lagi” Keluhnya,
RSUD Provinsi adalah sebagai Rumah Sakit rujukan pasien dari Rumah Sakit Daerah se-NTB yang sangat diharapkan oleh masyarakat yang kemampuan ekonominya rendah.
Pihaknya meminta agar Gubernur NTB hari ini juga harus segera mengambil langkah perbaikan dengan kewenangannya sebagai pemimpin daerah.
“Jangan ditunda-tunda lagi dengan berbagai macam alasan, karena ini menyangkut jiwa kemanusiaan khusunya rakyat NTB sendir, demikian permintaan kami” Tutupnya tegas, (Jr Iphul)

