Bima, Jeratntb.com – Tentunya masih ingat dengan kisah cinta EM (28 thn) seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Taiwan asal desa Sie kecamatan Monta kabupaten Bima denga JN pemuda 29 tahun asal desa Simpasai kecamatan Monta kabupaten Bima, yang kandas karena JN menikahi gadis lain. (Baca : Diduga Tipu Pacar 300 jt Menikahi Wanita Lain, Pria Ini Dilaporkan Ke Polisi).

Kasus penipuan berkedok cinta itu akan kembali digelar setelah korban mengatakan akan segera kembali ke tanah air untuk memberikan kesaksian dan mempertegas gugatanya.

Dalam wawancara eksklusif dengan media ini via telpon, EM mengulas lebih gamblang bagaimana aliran dana sebanyak itu masuk ke kantong FN.

Berdalih akan dinikahi dibuktikan dengan jalinan hubungan besanan antara orang tua keduanya, FN semakin leluasa memeras EM. Sebaliknya EM percaya akan segera dinikahi sepulang ke tanah air tahun 2018, semua permintaan JN dipenuhi.

Cinta jarak jauh sejak tahun 2014 itu terus berlanjut, terlebih bagi JN yang tidak ingin ladang emasnya hilang sehingga demi menjaga kepercayaan EM apapun dilakukan termasuk melamar ke orang tua EM.

Di sisi lain, JN dengan leluasa memoroti pacar bayanganya menggunakan berbagai alasan seperti melanjutkan study S2 di Jakarta. Alhasil semua kebutuhan hidup JN terjamin mewah.

Mulai dari sabun mandi sampai motor dibelikan oleh EM. “Biaya hidupnya di kos semua saya tanggung dari 5 jt sampai 10 juta saya kirim setiap bulan untuk sewa kos, makan minum dan kebutuhan lainya,” ungkap EM.

Semua bukti pengiriman itu masih disimpan rapi oleh EM. “Termasuk rekening koran bank sudah saya print sebagai bukti transfer ke dia totalnya sejumlah 300 juta,” terang pahlawan devisa ini.

EM mengaku semua uang itu diberikan bukan atas dasar suka rela melainkan bentuk jaminan antara calon suami dengan calon istri. “Kalau bukan karena hubungan kami sudah pada taraf tunangan, tidak mungkin saya penuhi setiap dia minta uang,” imbuhnya.

Bahkan ketika sekitar setengah tahun LDR kami copy darat, saya cuti tiga minggu pada bulan agustus 2015, dia menjemput saya di jakarta dan mengantar saya pulang ke kampung. Di sana kami saling kunjung ke orang tua masing-masing dan semua uang saya dia yang pegang.

EM juga mengaku pernah dikenalkan dengan semua saudaranya termasuk dengan sepupunya bidan AN di Puskesmas Monta (istri FN sekarang-red)

“Saat itu bahkan saya diajak ke rumah AN di kota Bima untuk minta obat karena dalam perjalanan tiba tiba saya demam tinggi,” kisahnya.

EM sama sekali tidak ciriga, mereka sebenarnya telah sengaja menghianatinya dengan menjalin hubungan. “Saya baru sadar setelah tahu mereka menikah, dan boleh dibilang selama ini saya sengaja dimanfaatkan untuk ditipu,” sesalnya.

Saat ini dia sudah bahagia dengan istrinya bahkan saya dengar mereka dikaruniai seorang putri, dan saya tidak ingin mengganggu kebahagiaan mereka, tapi saya hanya menuntut uang kembali, tandasnya.

Untuk itu sesuai kehendak hukum, maka saya akan segera kembali ke tanah air dalam waktu dekat.

EM mengaku sangat terpukul atas prahara cinta ini, lebih menyakitkan lagi baik FN maupun keluarganya tidak memiliki perasaan sedikitpun apapagi meminta maaf.

Yang lebih menyakitkan lagi, faktanya FN dan AN telah menjalin hubungan sejak lama sebelum memutuskan untuk menikah. “Buktinya, dia ingkar janji menikahi saya saat pulang cuti padahal kami sudah sepakat sebelumnya. Saat itulah kecurigaan saya kalau mereka sekongkol menipu uang saya,” sesal EM. (Jr)

Mari berbagi artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here