Bima, Jeratntb.com -Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bangunan Pengendalian Banjir oleh PT. Waskita Karya Bima menuai berbagai masalah, selain diduga pekerjaan asal jadi, baik di wilayah Kabupaten dan Kota Bima, Perusahaan Waskita Bima juga dinilai tidak bertanggungjawab.

Seperti pekerjaan proyek bronjong di Desa Tangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, pekerjaan bronjong di RT 17 merusak halaman warga dan tidak diperbaiki atau minimal ditimbun kembali.

Rukayah atau dikenal ibu Muhtar pemilik lahan menceritakan, kalau tidak ditimbun kembali maka akan longsor sehingga lahan rumahnya terancam ikut tergerus.

Dikatakanya, sejak awal dia tidak ijinkan lahan rumahnya untuk digali, namun karena dijanjikan akan diperbaiki atau ditimbun seperti sedia kala sehingga saya ijinkan,” ungkap Fatimah, Jum’at (25/11).

Isi lahan seperti pohon buah dan bunga ikut rusak, “saya tidak menuntut ganti rugi kerusakan itu, saya hanya ingin agar tebing di lahan saya yang digali bisa ditimbun kelambali,” harapnya.

Sedangkan pekerjaan proyek telah selesai lebih sebulan, Waskita yang coba dihubungi terkesan menghindar dan tidak merespon

“Saya hubungi Waskita, mereka hanya berjanji tapi sampai sakarang tidak ditimbun juga,” sesalnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, awalnya galian diminta sepanjang 280 meter namun yang ditimbun kembali baru sekitar 50 meter di lahan warga sebelah.

Sementara hasil pantauan langsung media ini, masih terlihat tumpukkan tanah dekat rumah warga, lebar hasil galian tersebut kurang lebih 3 meter dengan kedalaman lebih dari 1 meter. Mirisnya lagi, proyek pembangunan bronjong lebih rendah dari tebing pemukiman warga. (Jr Ipul)

Mari berbagi artikel ini