Tagih Hutang dengan Senpi, Oknum Polisi dan Dua Debt Collector Resmi Ditahan

Lombok Barat, Jeratntb.com – Polres Lombok Barat, mempublikasikan terkait dengan peristiwa penagihan secara paksa oleh sekelompok Debt Collector.

Berdasarkan pengaduan korban, peristiwa ini terjadi di Labuapi Lombok Barat, Jumat 24 September lalu dan ditembak lanjuti langsung oleh polisi pada senin 27 September 2021.

Hal itu berdasarkan pengakuan Kapolres Lombok Barat, Polda NTB AKBP Bagus S. Wibowo, SIK menjelaskan, berdasarkan pengaduan dari para korban, telah mengambil langkah-langkah penyelidikan.

Diantaranya, melakukan upaya-upaya pemeriksaan, dan mengumpulkan barang bukti di TKP. “Sampai dengan saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polres Lombok Barat,” jelas Kapolres.

Sedangkan, terhadap tiga tersangka telah dilakukan penahanan di Polres Lombok Barat, pada sabtu lalu 25 November 2021. “Ketiga tersangka yang sudah kita amanakan diantaranya berinisial, B, DH, dan KP,” terang Bagus.

Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman, ketiga orang ini merupakan karyawan PT. NCS.

Sementara itu, terkait dengan dugaan adanya keterlibatan oknum aparat, Polres Lobar telah melakukan koordinasi dengan Bidang Propam Polda NTB.

“Karena ini memiliki dugaan keterlibatan aparat, tentu kita penyidik polres Lombok barat melakukan koordinasi dengan bidang propam Polda NTB,” paparnya.

Kapolres menegaskan bahwa, dalam memastikan keterlibatan oknum disini, tentunya bersama dengan bidang propam Polda NTB.

“Sekarang ini, penyidik dan personel Bid Propam Polda NTB, sementara bekerja, untuk memastikan apakah yang bersangkutan ini seorang aparat kepolsian,” ujarnya.

Termasuk video yang sempat viral, yang memperlihatkan adanya senpi, Polres Lobar juga masih melakukan pendalaman.

“Sementara itu, terkait masih pendalaman kami, apakah senpi itu merupakan organic aparat atau bukan,” terangnya.

Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka perkembangan proses kasus ini sudah pada tingkat penahanan.
“Sebagimana informasi-informasi awal yang kita terima, bisa saja lebih dari yang telah disebutkan,” ucapnya.

Terhadap aksi-aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum-oknum debt collector, Kapolres menekankan bahwa jajarannya sangat mengatensi akan hal ini.

Dengan dibuktikan waktu yang tidak terlalu lama, jajarannya berhasil mengamankan ketiga tersangka tersebut.

“Setelah menerima pengaduan selama 1×24 jam, alhamdullilah dalam waktu tidak lama, kita sudah terima berhasil mengamankan ketiga oknyum dimaksud,” kata Kapolres.

Sedangkan terhadap ketiga tersangka, dijerat dengan pasal 335 dan 368 KUHP, tentang dugaan pemerasan dan pengancaman.

“Sebagaimana dugaan pemerasan dan pengancaman, dengan ancaman hukuman diatas lima tahun,” tandasnya. (Jr Iphul/Hum).

Pos terkait