Diduga Main Serong dengan Pria Lain, Istri Polisi di Bima Digugat Cerai

Bima, Jeratntb.com – Aksi pergok yang dilakukan HM petugas kepolisian Polres kabupaten Bima terhadap istrinya sendiri (sebut saja RT-red) saat bersama seorang pria yang dicurigai selingkuhannya di depan kantor sekretariat partai Golkar di desa Talabiu pada 24 Maret 2022 pukul 23.25 mulai menjadi buah bibir masyarakat sekitar.

Insiden dramatis itu rupanya menarik perhatian sejumlah penghuni kos kosan sekitar TKP sehingga rumor skandal perselingkuhan antara istri seorang polisi dengan suami orang yang belakangan dikenal HRS tersebut mulai tersebar.

Diketahui malam itu juga HM menggugat cerai RT istrinya setelah dilaporkan kepada atasannya di Polres Panda Bima.

Memastikan informasi tersebut tim infestigasi media ini langsung menemui HM di salah satu rumah makan depan kantor Polres Panda sabtu pekan lalu.

HM mengaku gugatan tersebut disampaikan setelah beberapa bulan pisah ranjang, tepatnya tanggal 24 Maret 2022 melihat langsung istrinya RT menurunkan seorang pria dari dalam mobilnya pada tengah malam.

Pria berinisial HRS ini memang sudah dicurigai HM sejak lama berdasarkan informasi dari berbagai sumber bahwa istrinya sering bersama HRS.

HM mengaku sudah tidak tahan dengan perlakuan istrinya. “Awal kami pisah ranjang karena hilang kepercayaan. Harusnya pada kondisi ini kami ada waktu untuk introspeksi diri. Tapi pada kenyataannya justru makin buruk, malah dia (RT) semakin bebas menjalin hubungan dengan pria lain. Bahkan lebih gila lagi dia berani membawa masuk laki laki lain saat suami tidak di rumah,” ungkapnya dengan nada sedih.

Atas dasar informasi itulah HM ingin membuktikan kebenarannya. Tidak butuh waktu lama, berdasarkan laporan informan dan juga instingnya sebagai seorang Polisi, HM langsung mengetahui dan mendapati istrinya bersama pria lain turun dari mobil pada tengah malam.

Demi mengetahui hal ini, HM langsung melaporkan RT kepada atasannya melalui unit PPA agar diproses sesuai peraturan Polri untuk sahnya syarat perceraian.

“Setelah kejadian ini, saya hanya ingin cerai baik-baik sesuai ketentuan yang berlaku. Lagi pula 9 tahun menikah kami tidak dikaruniai keturunan ditambah lagi sikap dan ulahnya yang tidak mampu menjaga kehormatan suami. Rasanya sudah tidak ada yang harus saya pertahankan atau saya perjuangkan untuk hubungan ini,” ucap HM dengan berusaha tegar.

Sebelumnya tanggal 6 Maret 2022 sekitar pukul 15.00 wita HM hampir saja memergoki istrinya sedang bersama HRS di kawasan Gendi Bote belakang Mapolres Panda, namun ketika itu kehadirannya lebih awal diketahui RT, “Saya tahu kedatangan saya sudah ada yang bocorkan sehingga saya belum sempat memergoki mereka. Tapi saya yakin si HRS sembunyi di salah satu rumah warga,” papar HM.

Sementara ST melalui Taufiqurrahman, SH selaku kuasa hukumnya dikonfirmasi Kamis, (7/4-22) menjelaskan bahwa kliennya tidak dalam keadaan digugat cerai. “Tak ada Gugatan cerai dari suaminya, karena gugatan cerai itu di Pengadilan Agama Bima, sampai sekarang kita tidak pernah ada konfirmasi dari Pihak Pengadilan,” paparnya dikutip dari WhatSapp.

Menyoal suaminya mencurigai istri karena selingkuh, itu hak dan tentu harus dengan alasan Hukum dan mampu dibuktikan, terkait laporanya di Unit PPA Polres Bima klien sudah hadir untuk memberikan keterangan termasuk 3 orang saksi yang berada dalam mobil.

Bahkan saat ini kliennya telah melapor balik HM dengan tuntutan undang undang KDRT atas penelantara istri dan anak selama kurang lebih 10 bulan. (Jr)

Pos terkait