Satu Anggota Brimob Kompi Dompu bersama Istrinya Menjadi Korban Penganiayaan Satu Keluarga

Bima, Jeratntb.com – Salah seorang Anggota Brimob Kompi Dompu, Briptu Ari Laswadi bersama istrinya, Ratu Devi Yeni, menjadi korban pengeroyokan pelaku satu keluarga di Dompu.

Kapolres Dompu Iwan Hidayat, SIK, melalui Kasi Humas Ipda Akhmad Marzuki membenarkan kejadian tersebut.

Melalui keterangan rilisnya, Kronologis kejadian bermula saat Briptu Ari (korban) melihat pelaku MMA memukul salah seorang pemuda dari Desa Kempo, yang terjadi di Toko Konter Zidan tepatnya di wilayah Transad Desa Doromelo, pada sabtu (21/05) sekitar pukul 20.00 wita.

Melihat kejadian itu, kata Marzuki, korban berusaha melerai perkelahian dan sempat menasihati pelaku agar tidak melanjutkan perkelahian.

“Jangan memukul anak orang, akan tetapi pelaku tersebut langsung meninggalkan tempat kejadian,” jelasnya.

Namun keesokannya harinya, Briptu Ari kembali bertemu dengan MMA yang sedang berjalan di tempat hiburan malam di Pasar malam Transad Desa Doromelo, Kecamatan Mamggelewa.

Briptu Ari menegur pelaku sembari menepuk pundak MMA agar tidak melakukan pemukulan atau perkelahian lagi.

Merasa keberatan, kemudian pelaku bersama teman-temannya pulang kerumahnya dan mengadukan kejadian tersebut kepada orang tuanya,”Bukannya memberi nasehat, kedua orang tua pelaku justru terprovokasi dengan pengaduan anaknya,” sesal Marzuki.

Pada akhirnya pelaku MMA membawa kakaknya berinisial PSS (20) dan ayahnya AR (50). Mereka datangi korban di Desa Doromelo, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu, dan membawa senjata tajam. Mereka langsung masuk ke kamar korban, yang saat itu ada korban bersama istrinya yang sedang hamil. Di sana terjadi keributan.

Pelaku lain berinisial N bersama MMA dengan membawa pedang tanpa sarung, sedangkan PSS kakaknya tidak membawa senjata tajam, semantata itu pelaku AR ayahnya membawa sebilah parang dan bersama-sama memasuki kamar kos korban,” ujar Marzuki.

Di dalam kamar, jelas Marzuki, terduga pelaku berinisial PSS mengambil sangkur milik korban. “Korban bersama Istrinya yang sedang hamil sempat cekcok mulut dengan para pelaku, sedangkan istri pelaku N ikut masuk kedalam kamar untuk memanas situasi,” tuturnya.

Kemudian Pelaku AR ayahnya diduga menginjak perut istri korban dengan mengunakan kaki berulang kali, sedangkan salah satu pelaku mengayunkan parang kearah kaki korban hingga mengenai kaki kanan korban yang menyebabkan luka sobek cukup dalam hingga mengenai tulang.

Sementara itu pelaku lain berusaha menikam korban dengan menggunakan sebilah sangkur, namun dapat dicegah oleh saksi Ovan Adi Wardana yang juga berada dilokasi kejadian.

Pukul 21. 30 wita personil Polsek manggelewa dipimpin oleh Kapolseknya langsung mengamankan para pelaku, kemudian dievakuasi oleh anggota Puma di Mako Polres Dompu.

“Semua pelaku saat ini tengah diperiksa oleh unit Reskrim Polres Dompu,” bebernya.

Diketahuai saat ini Korban telah dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menerima pengobatan lebih lanjut karena luka yang diderita cukup serius. (Hum/Iphul).

Pos terkait