Selain di Simpasai, Proyek Waskita di DAS Sakuru Juga Asal Jadi

Bima, Jeratntb.com – Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan pengendalian banjir oleh Perusahaan Waskita, kembali disorot warga.

Pasalnya, item pekerjaan perkuat tebing di bantaran sungai Desa Simpasai dituntut sejumlah warga untuk pembongkaran, kini pekerjaan di lokasi DAS Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima disorot karena diduga asal-asalan.

Hasil tinjauan langsung media ini, tampak batu kosong disusun begitu saja, kemudian bagian bawah ditutupi tanah, sedangkan bagian atas diplaster menggunakan semen, diduga itu dilakukan agar menutupi batu kosong yang tutup tanah tersebut.

Hal itu juga seperti yang disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, Amiruddin (43), bahwa cara pasang dan cara susunan batu tidak baik.

“seperti inilah tampak yang dialami oleh masyarakat selama ini, padahal yang kami inginkan hanya kualitas yang bagus” harapnya.

Menurut Amiruddin, dari pasangan batu harusnya membutuhkan semen, atau diplaster menggunakan semen supaya kokoh.

Lebih lanjut, sebagai tokoh masyarakat, katanya kerap kali menegur pihak pelaksana ataupun kontraktor saat berada di lapangan, namun tidak diindahkan.

“kalau cara kerja seperti ini tentu akan cepat rusak, karena arus air dam pela parado cukup deras” ungkapnya.

Untuk diketahui, PT. Waskita Karya tbk yang mendapatkan nilai kontrak proyek ini senilai 114 milyar dirampungkan selama 193 hari klender.

Lingkup kerja wilayah Kabupaten Bima meliputi pekerjaan normalisasi alur sepanjang 11,5 km, pekerjaan tanggul sepanjang 11,9 km, pekerjaan parapet sepanjang 3,8 km, pekerjaan perkuatan tebing sepanjang 9,4 km, dan pekerjaan perkuatan tebing (Kota Bima) sepanjang 2 km. (Jr Iphul).

Pos terkait