Kota Bima, Jeratntb.com – Kegiatan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Kerjasama Daerah Kota Bima dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon dengan tema “Ayo Menanam dan Merawat Pohon” dilaksanakan hari sabtu, 29 Oktober 2022 langsung dilahan yang akan di lakukan penghijauan dan rehabilitasi yaitu di lahan milik kelompok tani di Ndano Nae Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba Kota Bima.
Kegiatan ini dihadiri oleh Walikota Bima bersama beberapa unsur yaitu CEO Yayasan Relief Islamic Indonesia (YRII), Direktur Jendral Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan dan Kehutanan RI dalam hal ini diwakili oleh Koordinator SSF Bima, perwakilan DLHK Provinsi NTB, BKPH Maria Donggo Masa, TNI, Polri, beberapa Badan dan Dinas di Kota Bima (Bappeda , BPBD, Dinas Pertanian,DLH, Ketahanan Pangan, DP3A),Camat, Lurah, Forum Pengurangan Risiko Bencana “Mbojo Matenggo”, Tim Siaga Bencana Kelurahan, Federasi Tim Siaga Bencana (FTSB) Kota Bima,Perguruan Tinggi, Kelompok Tani, Gender Male Champion, Forest Ranggers, kelompok wanita tani dengan jumlah peserta yang hadir sekitar 600 orang.
Ketua panitia Muhammad Darwis, SP., melaporkan, program pengendalian perubahan iklim yang bertajuk “Building Community Resilience Against Climate Change (BUCRACE)” di support oleh Islamic Relief USA di laksanakan secara kolaboratif oleh Yayasan Relief Islamic Indonesia dengan Pemerintah Kota Bima memiliki maksud untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan, serta merubah perilaku masyarakat.
Dalam tataran teknis kerjasama, Walikota Bima menunjuk Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) mengkoordinir perangkat daerah teknis (BPBD, Distambun, DLH,Ketahanan Pangan, DP3A) untuk melaksanakan kerjasama program pemberdayaan masyarakat dalam mengendalikan perubahan iklim. YRII menunjuk LP2DER sebagai organisasi pelaksana teknis di lapangan.Dalam menjalankan kegiatan yang ditandatangani kesepakatan kerjasama Pemerintah Kota Bima dan YRII ini akan di koordinasikan dengan Dinas BKPH (DLHK Provinsi NTB, Kemen LHKJ yang memiliki kewenangan mengatur pengelolaan dalam kawasan hutan.
Di lokasi yang sama, CEO YRII, Nanang Subana Dirja diawal sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Walikota Bima berkenan menghadiri kegiatan pada hari ini. Dalam pemaparannya Pak Nanang menjelaskan beberapa hal terkait pentingnya melakukan kegiatan membangun ketangguhan masyarakat menghadapi perubahan iklim, yaitu:
Kebijakan tentang pembangunan rendah karbon telah disepakati dan ditandatangani oleh seratus lebih Kepala Negara diberbagai belahan dunia sebagai upaya untuk menjawab permasalahan pemanasan global yang diakibatkan perubahan iklim, disepakati oleh para Kepala Negara “Zero Emision Carbon pada tahun 2050”.
Ditambahkannya, dalam menghadapi fenomena pemanasan global kita semua perlu melakukan gerakan bersama-sama mulai dari Pemerintah Daerah, Swasta dan masyarakat termasuk di dalamnya NGO sebagai masyarakat sipil dengan menggunakan pendekatan yang kita kenal dengan sebutan Penta Helix.
Pada kesempatannya, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi , SE., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada YRII yang telah membawa program membangun ketangguhan masyarakat menghadapi perubahan iklim di Kota Bima. Untuk itu masyarakat tani harus betul-betul memanfaatkan program ini.
Dalam program yang didukung YRII ini, sambung Walikota Bima, ada paket microfinance syariah yang disiapkan bagi anggota kelompok yang serius menjalankan aktifitas program dengan menanam dan merawat tanaman yang ditanam. Sambil menunggu hasil, anggota kelompok bisa mengakses microfinance untuk mengembangkan usaha-usaha produktif sehingga ada pendapatan harian, mingguan, bulanan dan enam bulanan.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan naskah kesepakatan kerjasama, penandatanganan komitmen semua pihak dalam melakukan gerakan penghijauan dan rehabilitasi lahan serta pencanangan penanaman dan merawat pohon bersama-sama. (Jr QQ)
