Bima, Jeratntb.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Tenga, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, melakukan beberapa upaya guna mengurangi resiko banjir. Diantaranya, penggalian saluran drainase.
Kades Tenga, Sardin SE mengatakan dimusim hujan potensi kerap terjadinya banjir, lantaran tersumbat dan tidak berfungsinya saluran drainase.
Oleh karena demikian Sardin meminta kesadaran warga agar tidak membuang sampah sembarangan, dan budaya gotongroyong untuk menggali drainase di setiap tempat tinggal masing-masing.
Upaya guna menangani persoalan itupun, pihaknya berupaya melakukan penggalian saluran drainase sepanjang kurang lebih 700 meter. Swakelola menggunakan anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp. 15.000.000.,
“Saluran drainase ini memiliki dampak positif berkelanjutan untuk mencegah banjir rumah warga, terutama ketika saat musim hujan,” jelas Sardin. Jum’at ( 27/12/2024).
Lebih lanjut Kades mengatakan, dengan anggaran tersebut pastinya tidak cukup,”selain pekerjaan drainase juga saluran irigasi Dam Pela Perado tanggungjawab bersama” bebernya.
“saluran irigasi tersebut sudah tidak berfungsi lagi akibat tersumbat meterial gunung hingga menyebabkan terjadinya banjir,” terang Sardin.
Saluran irigasi dam pela parado kurang lebih 600 meter, dan pihaknya akan terus berupaya mengurangi dampak terjadinya banjir.
Sebelumnya, banjir pun tergenang hingga meluap di jalan raya pada hari Kamis (26/12/2024).
Hasil pantauan langsung media ini, tampak sisa genangan banjir di sekolah dan kantor desa setempat tak luput genangan banjir.
Oleh karena demikian, pemdes akan terus berupaya koordinasi dengan dinas terkait guna menyelesaikan saluran irigasi Dam Pela Parodo, karena menurutnya itu merupakan tanggung jawab bersama.
“Pemanfaatan saluran irigasi bukan untuk desa tenga saja, namun desa-desa lain juga,” tegas Sardin. (Jr Iphul).
