Kasus Oknum Anggota Dewan Partai Gerindra di Mata APPI Bima

Bima, Jeratntb.com – Skandal dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan PKBM Karoko Mas desa nangawera kecamatan wera yang saat ini sedang digodok penyidik unit tindak pidana korupsi (Tipidkor) Polres Bima Kota, mendapat perhatian khusus Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan (APPI) Bima.

Pada konfrensi pers di halaman kantor dinas Dikbudpora Senin (13/1-20) Julfikar penaggung jawab umum didampingi pengurus APPI Bima, menegaskan agar kasus yang menyeret nama Boimin, SE anggota DPRD kabupaten Bima aktif, segera ditetapkan sebagai tersangka.

Pasalnya penyidikan kasus ini telah lama diproses, “Lebih dari 100 orang saksi telah dimintai keterangan, yang rata-rata memberikan kesaksian bahwa mereka tidak pernah mendapatkan pendidikan sesuai paket yang didaftarkan bahkan ada yang tidak tahu kalau namanya masuk dalam daftar sebagai warga belajar di PKBM karoko mas, bahkan dalam hasil investigasi kami PKBM karoko mas WB nya tidak sebanyak yang dilaporkan oleh pengelolanya, jumlah muridnya hanya kisaran 50 orang itupun yang aktif hanya belasan orang, dan menurut pengakuan sejumlah WB yang berhasil kami temui mereka tidak pernah mendapatkan bantuan berupa uang, hanya pernah diberi priuk dan piring, bahkan investigasi kami sejauh ini belum ada ujian untuk paket A,B dan paket C, artinya mereka hanya sekolah tapi tidak ada ijasanya. Bahkan beberapa bulan terakhir kami tidak perna lagi melihat PKBM itu aktif. Hal lainya, ditemukan gedung yang dibangun di samping kantor desa nangawera tapi tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada alasan penyidik untuk menunda mengajukan surat kepada badan pemeriksa keuangan (BPK) agar segera mengaudit keuangan PKBM Karoko Mas, untuk mengetahui besaran kerugian negara. “Sebab selain telah memeriksa banyak saksi dengan keterangan memenuhi unsur pidana korupsi. Juga jika beralasan mengambil keterangan saksi lain, harusnya penyidik punya cara agar saksi yang tidak memenuhi tiga kali panggilan agar dijemput paksa. Bukan menunggu kesiapan saksi, jadi kami berharap kepada pihak penyidik Tipidkor Polres Bima Kota untuk benar-benar serius memproses kasus ini agar secepatnya publik mendapatkan kepastian hukum,” ketusnya.

APPI Bima mendukung kerja penyidik polresta Bima. “Namun jika proses hukum ini tidak dilakukan dengan serius dan sengaja dibuat rumit dengan alasan belum memeriksa seluruh saksi, maka kami APPI Bima beserta komponen lain akan menggelar aksi besar-besaran di Polda NTB tentunya dengan agenda yang lebih luas lagi, bahkan kami akan melakukan konsolidasi serta ekspansi kekuatan besar-besar untuk menggelar aksi di kantor Mabes Polri,” tegasnya. (Jr)

Pos terkait