Bima, Jeratntb.com – Kecewa karena perugas medis terdekat tidak ada ditempat, Abdul Salam warga desa Lere kecamatan Parado melampiaskan kemarahanya dengan melempari kaca polindes setempat sehingga kaca jendelanya pecah.
Insiden itu terjadi semalam 17/10/2020 sekitar pukul 18:20 wita. Pelaku tidak dapat menahan emosi karena saat membawa anaknya yang terluka ke polindes dan rumah mantri tidak menemui satupun dari mereka.
Panik karena melihat anaknya jatuh dari tangga rumah sehingga mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala, bibir serta hidung mengeluarkan darah. Sehingga membuatnya gelap mata.
Keterangan Abdul Salam bahwa saat mengantarkan anaknya, ia tidak menemukan petugas, kemudian pelaku membawa anaknya ke mantri yang letaknya cukup jauh dari rumah namun juga tidak membuahkan hasil. Menurut informasi yang ia dapat bahwa petugas polindes sedang berada di ladang untuk bertani. Akibat dari kedua petugas medis yang tidak ada di lokasi kerja sehingga Abdusalam melempar kaca depan polindes satu kali sehingga pecah.
Tidak mendapatkan pelayanan medis di lokasi terdekat kemudian pelaku terpaksa membawa anaknya ke PKM Parado yang letaknya sangat jauh dari rumah untuk berobat.
Berdasarkan keterangan dari kepolisian, tidak terima polindes dirusak sekitar pukul 20:00 wita Ramadhan, suami dari petugas polindes yang bernama Fitriani bersama dengan sejumlah pemuda kampung dari desa Parado Rato mencari pelaku dirumahnya namun tidak didapat sehingga merusak barang-barang yang ada di rumah korban.
Menutut istri pelaku, orang-orang yang bersama dengan Ramadhan sempat mengancam ingin membunuhnya dan ingin membakar rumah jika suami tidak hadir di lokasi. Usai kejadian itu, pelaku langsung diamankan oleh pihak kepolisian sektor parado bersama babinsa Lere dan digiring ke mako sektor Parado. Sedangkan Babinkamtibmas Lere Bripka Edi Yusuf yang harusnya ada di lokasi sedang lepas piket.
Untuk masalah tersebut pihak kepolisian sektor parado menangani bersama dengan sejumlah tokoh dari desa Lere termasuk diantaranya kepala desa sehingga disepakati untuk damai. Sedangkan pelaku mengaku salah dan siap mengganti kerusakan dan meminta maaf kepada semua pihak. Barang-barang yang rusak di rumahnya resikonya sendiri berdasarkan kesepakatan.
Terpisah, Ramadhan memberikan klarifikasi terkait pernyataan istri Abdul Salam yang mengatakan dirinya dan sejumlah warga yang mengeluarkan nada ancaman. “Itu tidak benar, kami hanya mencari pelaku untuk dimintai keterangan dan diantar ke kantor polsek,” ujarnya. (Jr Irwan)
