Bima, Jeratntb.com – Aliansi Pemuda Pemerhati masyarakat Parado (AP2MP) menyegel Kantor unit pelaksana teknis (UPT) Pertanian dan balai penyuluhan pertanian (BPP) Kecamatan Parado (07/01/21).
Menurut informasi di lapangan pasca penyegelan bahwa hal itu dilakukan lantaran kepala UPT dan BPP pertanian setempat tidak hadir pada acara yang diselenggarakan oleh organisasi tersebut.
Ahmad Yani selaku ketua organisasi AP2MP yang kami konfirmasi melalui WhatsApp pribadinya menjelaskan, penyegelan dilakukan atas dasar sikap kecewa terhadap kedua pimpinan kantor yakni kepala UPT dan BPP pertanian lantaran surat yang mereka layangkan 04/01/2020 dengan perihal audensi untuk klarifikasi masalah dropping program bibit padi dan jagung yang tidak direspon.
“Kami sudah melewati langkah sesuai prosedur yang berlaku. Untuk itu kami sampaikan bahwa kepala dinas harus memanggil kedua orang yang dimaksud untuk dimintai klarifikasi” (07/01/2021).
Selanjutnya, kaitan dengan dugaan korupsi dalam dropping bibit itu urusan belakangan. “kami hanya ingin mendengar klarifikasi dropping bibit padi dan jagung”.
Surat pemberitahuan audensi dilayangkan tiga hari sebelum pertemuan berlangsung, mulai dari pemerintah Kecamatan, Kapolsek Parado, UPT Pertanian dan BPP setempat. Namun yang hadir dalam agenda tersebut hanya sekretaris UPT, sekcam Parado dan Kasitrantib beserta anggota Pol PP setempat.
Kepala UPT Abdul Hafid yang kami hubungi menjelaskan alasan ketidak hadirannya lantara kondisi kesehatan yang belum stabil lantaran beberapa saat yang lalu ia beserta istri sakit.
“Kondisi kesehatan saya masih terganggu, saya sering mimisan sehingga tidak berani bepergian dengan jarak jauh” (07/01/2021).
Sampai berita ini diturunkan kami belum mendapat tanggapan dari kepala BPP. Sedangkan menurut kabar yang kami dapat bahwa kepala BPP sudah mengajukan pemindahan tugasnya kepada dinas terkait.
Mendengar informasi tersebut, Ahmad Yani menegaskan bahwa pindah boleh saja namun masalah yang ada harus dituntaskan. (Jr Irwan)
