Bima, Jeratntb.com – Ketua umum Aliansi Pemuda Pemerhati Masyarakat Parado (AP2MP) Ahmad Yani beserta anggotanya melakukan pertemuan secara terbuka dengan pimpinan kantor UPT pertanian Kecamatan Parado, Abdul Hafid S.Sos dan sekretarisnya serta Camat Parado, Ibrahim S.H. (13/01/2021).
Pertemuan itu dilangsungkan di kantor Pemerintah Kecamatan setempat untuk membahas masalah indikasi pemotongan bibit bantuan, pengendalian buku rekening kelompok tani oleh UPT dan BPP serta penjualan pupuk subsidi yang jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Menurut Yani, penjualan pupuk subsidi di atas HET membuat petani menjerit. Untuk itu mereka terpanggil untuk melakukan pertemuan dengan pihak terkait. “Coba dengarkan langsung keluhan petani yang beli pupuk, menangis dengarnya”.
Selain itu kepala UPT dimintai klarifikasi terkait undangan audiensi pada kamis lalu yang tidak sempat ia hadiri bersama bawahannya Ma’ruf selaku kepala BPP.
Ahmad Yani menilai bahwa kepala UPT dan BPP tidak memiliki itikat baik untuk hadir dalam forum audiensi yang telah disediakan untuk mengklarifikasi adanya dugaan pemotongan bibit bantuan jatah seluruh kelompok tani Kecamatan Parado.
“Kami sudah mengundang dengan hormat tiga hari sebelum itu namun kelapa UPT dan BPP tidak mengindahkan, itu artinya tidak memiliki itikad baik”
Dengan kata lain, masalah yang ditimbulkan mereka tidak ada upaya untuk diberikan keterangan kepada publik. Selain itu, kepala BPP juga yang sudah resmi pindah tentu menambah kecurigaan pada Yani. “Ini tentunya menguatkan dugaan kami terhadap kepala UPT dan BPP, mengapa tidak hadir ditambah pak Ma’ruf yang pindah di pusaran masalah”.
Kepala BPP yang kami terus upayakan untuk konfirmasi samapi hari ini belum mendapat klarifikasi terkait keterlibatannya dalam indikasi pemotongan bibit dan pengendalian buku rekening kelompok tani.
Dalam pertemuan itu kepala UPT berjanji akan segera memenuhi sejumlah tuntutan yakni, kepala BPP Ma’ruf, kepala dinas pertanian, KP3 serta distributor untuk hadir di Parado dan membahas sejumlah masalah yang ada. Tuntutan tersebut kemudian dijamin oleh kepala UPT dan ditanda tangannya di atas materai.
Dengan adanya jaminan resmi tersebut sehingga kedua kantor yang sempat disegel pekan lalu dibuka dan beroperasi kembali sampai tuntutan dipenuhi. Menurut Yani dan anggotanya, jika poin-poin tuntutan tidak lagi diindahkan seperti sebelumnya maka kantor akan kembali disegel.
Selain melalui kepala UPT, melalui media ini Yani menyampaikan harapannya agar kepala dinas pertanian Kabupaten Bima turun tangan langsung untuk masalah urgen yang ada di Parado. Dengan begitu kecurigaan publik terhadap instansi terkait pemotongan bibit bantuan, pengendalian buku rekening serta penjualan pupuk subsidi yang marak terjadi dapat dibersihkan dengan keterangan secara langsung dan terbuka.
Pertemuan secara terbuka yang dilakukan AP2MP mendapatkan pujian langsung oleh Camat Parado. “Ini adalah cara yang bagus, dengan membicarakan secara terbuka semua bisa terurai”.
Terkait masalah pupuk, Camat tidak mampu bertindak lebih selain sekedar memberi masukan pada pengecer agar tidak jual terlalu melampaui HET dan pengecer tidak memaksa petani untuk beli non-subsidi.
“Saya hanya bisa beri masukan pada pengecer untuk tidak terlalu tinggi HET nya dan tidak memaksa petani ambil pupuk paket”. (Jr Irwan)



