Kota Bima, Jeratntb.com – Kisruh antara Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Sabua Ade yang memberhentikan sepihak Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang diakhiri dengan adanya surat pemberhentian sementara pelaksanaan pekerjaan lewat anggaran CFW oleh Kepala Kelurahan Nae akhirnya berujung pada aksi penyegelan kantor kelurahan Nae kecamatan Rasanae Barat oleh warga lingkungan Ranggo dan Nae. Kamis, 27 Mei 2021.
Tindaklanjuti penyegelan kantor yang menjadi tempat pelayanan masyarakat tersebut, Camat Rasanae Barat bersama Kapolsek dan Danramil lakukan pembongkaran paksa demi kelancaran aktifitas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
Camat Rasanae Barat Hj. Suharni SE, lewat whatsapnya kepada tim media ini menjelaskan, aksi penyegelan Kantor Lurah tersebut lantaran tidak ada langkah nyata pemerintah kelurahan untuk menghentikan pelaksanaan pekerjaan tahap kedua yang dilakukan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Sabua Ade dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengganti KSM lama.
Padahal, kata dia, pihak Kelurahan sudah mengeluarkan surat penghentian pekerjaan yang lakukan oleh Lurah dengan surat nomor 01/UK/NAE/101/V/2021 tertanggal 25 Mei 2021.
“Dan Alhamdulilah tadi, setelah di mediasi oleh Kapolsek Danramil dan pihak kotaku, akhirnya pengerjaan kegiatan itu tetap di lanjutkan,” ucapnya.
Ditambahkannya. pihak BKM dan KSM tidak hanya menyepakati kegiatan tetap dilanjutkan, akan tetapi juga di sepakati tidak boleh ada lagi penyegelan asset Pemerintah.
“Saya berharap kedepanya, tidak ada lagi penyegelan asset Pemerintah yang mengakibatkan pelayanan masyarakat terganggu. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan sepanjang kita melakukan kordinasi dan kominikasi yang baik”. Terangnya. (Jr QQ)
