Bima, Jeratntb.com – sebagian wilayah Kota Bima saat ini dilanda kekeringan air bersih, apalagi di tengah musim kemarau yang masih melanda. Fakta droping air selalu menghiasi pemberitaan berbagai media setiap kemarau, terlebih kemarau panjang. Persoalan krisis air bersih inilah yang menjadi isu utama ratusan Mahasiswa STISIP Mbojo Bima yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Walikota Bima, pada Senin (18/10/2021).

Puluhan mahasiswa yang sengaja datang menggedor kantor pusat pemerintahan Kota Bima itu, mendesak Walikota Bima dan wakil rakyat menghentikan aktivitas pengeboran air milik CV Hilal di Kelurahan Rabadompu Barat karena ditengarai berdampak pada kekeringan khususnya bagi para petani di sekitar kawasan pengeboran air tersebut.

Persoalan krisis air bersih inilah yang menjadi isu utama ratusan Mahasiswa STISIP Mbojo Bima yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Walikota Bima

Sumur tersebut dibuatkan air kemasan yang diperdagangkan oleh isteri Walikota Bima. Sedangkan di satu sisi, masyarakat Kota Bima selalu menjerit karena kekurangan air bersih.

“Untuk itu kami minta Walikota dan DPRD segera mencabut ijin CV Hilal,” ujar Korlap Aksi Fikri Mutadilla.

Jika saja air sumur bor terus diperdagangkan,  maka warga petani di sana (kawasan pertanian Rabadompu Barat) benar-benar akan mengalami kekeringan permanen. “Bahkan para petani untuk kebutuhan panennya harus menggunakan mesin untuk mengambil air.

Secara kasat mata, Fikri menilai Walikota Bima menganggap masa bodoh apa yang dialami warga Kota Bima. Terutama krisis air bagi para petani di wilayah Kelurahan Rabadompu Barat. 

Untuk itu di tengah aksi yang nyaris ricuh ini, mereka menuntut dan meminta Walikota Kota Bima untuk segera menghentikan aktivitas pengambilan air bor milik CV Hilal yang berada di Kelurahan Rabadompu Barat di kawasan kediaman Walikota Bima. 

“Pemerintah dan DPRD kota Bima sejauh ini tidak ada keseriusan untuk menangani permasalahan ini dan tidak ada kejelasan terkait dengan izin pengeboran air yg berada dikediaman Bapak Wali Kota Bima” .Ujar Indrajid selaku Ketua umum UKM LDK STISIP Mbojo Bima.

dalam aksi yang dibangun Oleh UKM LDK STISIP MB mendapat perlakuan yang sangat tidak wajar dari pihak keamanan, salah satu oknum polisi telah melakukan pemukulan terhadap salah satu masa aksi yang mengakibatkan adanya beberapa Luka Luar Dibagian bibir dan Leher mengakibatkan korban tidak sadar diri.

Pada saat itu saya hanya ingin melerai bentrokan yang terjadi tetapi tiba tiba salah satu Oknum dari pihak kepolisian yang melakukan tindak kekerasan kepada saya, Dalam waktu dekat kami akan melakukan pengaduan terkait dengan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum dari pihak kepolisian ungkap Lalu ihya (Korban) dan selaku Humas dalam aksi.

Kami berharap Oknum Polisi tersebut segera meminta maaf secara terbuka dihadapan publik apabila tidak, kami akan mengajukan laporan pada kapolda bahkan sampai kapolri

Mereka juga meminta DPRD Kota Bima segera mengevaluasi dan memanggil pemilik CV Hilal atas beredarnya air minum dalam kemasan yang dikomersilkan (Jr Syarif)

Mari berbagi artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here