Bima, Jeratntb.com – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Bima benar-benar amburadul. Diduga kuat, bantuan dari presiden sebagai pengganti beras miskin yang cair setiap bulan itu, dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk meraup keuntungan besar tanpa memperhatikan kualitas produk yang akan diberikan ke masyarakat penerima manfaat.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Monta, diduga ada beras ilegal yang beredar di setiap agen. Beras dengan corak kemasan warna putih dengan lis merah tersebut kondisinya sangat jelek. Selain sudah berbau, beras tersebut juga sudah berkutu.

Usut punya usut, beras tersebut diduga pesanan dari oknum Kadis Sosial Kabupaten Bima. Beras tersebut dibagikan begitu saja tanpa adanya surat-surat pengikat untuk suplayer sebagai penyalur. Karena dalam ketentuan penyaluran, suplayer harus mematuhi ketentuan berupa kualitas beras yang wajib premium super. Sementara beras yang beredar cukup memprihatinkan dan jauh dari layak.

Penerima manfaat Amira, 45 tahun mengatakan, beras yang diterimanya sejak bulan Oktober dan November ini berbeda dengan biasanya. Kondisinya saat ini sangat tidak layak dan sudah berbau.

“Kami hanya diberi beras yang sudah berkutu dan bau. Kami tidak diberi ruang untuk memilih. Ya kami terima aja karena ini bantuan,” katanya.

Menurut Mira, beras yang diterima selama dua bulan terakhir tidak bisa ia manfaatkan. “Saya cuma ambil telur dan buah aja, itupun banyak yang busuk,” tandasnya.

Sementara pemilik UD Ferdian selalu penyalur beras di Kecamatan Monta, Nani mengaku tidak tahu menahu soal beras ilegal yang beredar. Menurutnya, itu bukan beras yang ia salurkan kepada para agen.

“Saya nggak tau itu beras siapa. Kalau dari saya ada labelnya, dan bisa dipastikan beras yang saya salurkan premium super,” tegasnya.

Lalu siapa yang menyalurkan beras tersebut, menurut salah satu agen yang tak mau disebutkan namanya menyebutkan jika beras tersebut atas titipan oknum Kadis Sosial. Bahkan pihaknya dikirimi nomor rekening perempuan dengan inisial A.

“Karena selama ini kita biasa bayar ke UD penyalurnya langsung, namun sekarang ada Rekening baru bernama A (Sebut nama lengkap) yang nanti akan ditransfer,” ujarnya.

Bahkan diduga kuat, oknum Kadis mengintimidasi langsung para agen untuk mengambil beras titipannya. Jika tidak, para agen diancam akan dicabut izinnya. Bahkan pihak dinas sudah mengeluarkan surat panggilan kepada seluruh agen pada Senin (29/11/21) lalu.

“Beras ini sudah dua bulan masuk,” ungkapnya, menguatkan keterangan penerima manfaat.

Kadis Sosial Kabupaten Bima, Drs. Sirajudin, MAp yang didatangi di kantornya tidak pernah terlihat. Via telepon genggam juga tidak ada tanggapan.

Tempat terpisah Kisman, SH TKSK Monta menegaskan bahwa tidak dibenarkan Kadis dan atau pihak pihak terkait dalam program untuk menjadi suplayer. (Jr)

Mari berbagi artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here