Bima, Jeratntb.com – Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bangunan Pengendalian Banjir oleh Perusahaan Waskita Karya (persero) tbk kembali menjadi sorotan. Jum’at (18/11/2022).

Pasalnya, proyek pembangunan parapel yang diduga dikerjakan asal jadi, mirisnya lagi proses pekerjaan pun tanpa pengawas ketat dari pihak pengawas, baik itu dari pengawas direksi (BWS) mau pun pengawas dari pihak perusahaan Waskita Karya.

Patut diduga, para pekerja hanya mengejar kuantitas tanpa memperhatikan kualitas, sehingga pekerjaan pondasi parapet diduga tidak sesuai dengan spesifikasi.

Hal itu menurut hasil pantauan langsung media ini di lokasi, terlihat air yang menggenangi dalam galian pondasi dan tanpa dikuras oleh pekerja, sehingga sejumlah batu serta campuran material dimasukan begitu saja ke dalam galian yang terisi genangan air tersebut.

Akibatnya, pekerjaan pondasi tanpa memperhatikan berkualitas tentu akan menyebabkan terjadinya keretakan pada parapet, seperti yang terjadi pada pekerjaan sebelumnya, dan diduga akan cepat rusak sesekali dihantam banjir.

Kenapa tidak, dengan adanya air didalam galian itu, seharusnya yang digunakan adalah campuran manual (kering), bukan campuran menggunakan mesin (basah), paling tidak dilakukan pengurasan terlebih dahulu, sehingga pondasi parapet terlihat kokoh dan tidak mudah retak.

Dengan adanya temuan tersebut, dugaan penyimpangan pelaksanaan pekerjaan proyek oleh perusahaan waskita karya yang berlokasi di Desa Simpasai terindikasi merugikan keuangan negara.

Kaitan dengan itu, Media ini menilai, terjadi kecerobohan yang dilakukan oleh tim pengawas, baik dari pengawas direksi maupun dari perusahaan waskita, sehingga berdampak pada para pekerja yang hanya dikerjakan asal jadi.

Menyikapi persoalan ini, media ini juga mempertanyakan nilai tanggung jawab kepada pihak terkait, sampai sejauhmana bentuk kepengawasan yang dilakukan.

Sementara, media ini menduga proyek dengan anggaran senilai 114 Milyar yang mencakupi wilayah Kabupaten dan Kota Bima diduga lemah dalam bentuk pengawasannya.

Sampai berita ini dimuat, pihak pengawas direksi (BWS) belum dapat dikomfirmasi karena masih di luar kota, sementara dari pihak perusahaan masih dalam upaya konfirmasi. (Jr Iphul).

Mari berbagi artikel ini