Kabupaten Bima, Jeratntb.com – Menghadapi musim panen, kembali petani bawang harus menelan pil pahit. Bagaimana tidak panen pertama di tahun 2020 ini dihadapkan dengan persoalan anjloknya harga.

Hal na’as ini dialami sejumlah petani desa Tadewa dan desa Tawali kecamatan Wera.

Sebut saja Aron yang baru saja panen di So Oi Tui Jumat pagi 20 Maret terpaksa harus menjual hasil panen bawangnya di daerah Bali.

Begitupun di alami petani yang lain, mau tidak mau mereka harus menjual keluar daerah walaupun merogok gocek sendiri untuk mendapatkan keuntungan sesuai hasil keringatnya.

Penurunan harga bawang bukan saja terjadi di tahun ini, hal sama seperti yang mereka rasakan tahun lalu. Dimana harga sekarang perkilogramnya 13 ribu rupiah dari pasaran daerah wilayah Bima.

Dengan harga pasaran 13 ribu rupiah perkilogram itu di alami petani Oi Tui bernama Hadi. “Kami terpaksa harus menjual walaupun harga pasarannya turun anjlok”, ungkapnya dengan nada sedih.

Oleh karena demikian, kami berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan nasib petani. Terutama masalah harga pasaran saat panen, karena ini ladang mata pencarian kami. Terangnya (Jr SR).

Mari berbagi artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here