Bima, Jeratntb.com – Viral, aksi anggota DPRD Kabupaten Bima fraksi partai Nasdem Mustakim H Arrahman dengan membawa keluar palu sidang.
Aksi yang dilakukan wakil ketua fraksi Nasdem pada proses pembahasan Badan Anggaran (Banggar) selasa (8/9-20) tersebut sontak menimbulkan opini publik, baik pro maupun kontra.
Dikabarkan, sebelumnya bahwa rapat Banggar yang dipimpinan M Aminullah saat itu cukup alot dan harus dilakukan skors pembahasan, namun tiba tiba rapat yang bersifat tertutup tersebut dikagetkan dengan keluarnya mustakim dengan membawa palu sidang.
Duta rakyat dapil I yang cukup dikenal kritis ini menduga rapat sarat tipu tipu dan tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
Legislator yang akrab disapa Yos ini pada Jeratntb mengatakan bahwa apa yang dilakukan itu demi kepentingan rakyat yang dia emban. “Saya bukan tipe penjilat yang takut mengungkap kebenaran. Saya punya alasan untuk menghentikan sidang yang sarat merugikan rakyat,” ujarnya Rabu.
Kata Mustakim, terlalu mudah anggota dewan menggunakan palu sidang sementara keputusan yang akan diambil belum melalui pembahasan yang lebih menyeluruh dan mendalam bersama semua anggota.
Seperti yang dikutip pada video youtube hasil wawancara sejumlah media di halaman kantor DPRD selasa siang, Mustakim dengan tegas mengatakan. “Belum ada pembahasan sesuai amanat Banmus, tiba tiba palu keputusan Banggar hendak diketuk. Karena kenyataanya di sini tidak ada pembahasan, hanya berlandaskan deal dealan lantas hendak diputuskan,” ketusnya sambil menunjukkan palu sidang.
“Saya akan tunjukkan kepada rakyat, inilah palu yang tidak pro rakyat pemilik sepenuhnya APBD,” tegas dia ketika ditanya wartawan hendak dibawa kemana palu sidang tersebut.
Menurut Yos, pemerintahan kabupaten bima semakin mundur pola pikirnya mengelola daerah “Karena menurut saya ini sebuah konspirasi, karena pembahasan Banggar belum juga dilakukan lalu kemudian hari ini hendak merumuskan penyusunan laporan hasil keputusan Banggar. Ini khan lucu,” ketusnya.
Atas aksinya ini, Mustakin dengan tegas mengatakan akan mempertanggungjawabkan secara hukum. “Saya sempat nyatakan kepada peserta sidang, jika ada yang keberatan karena palu sidang ini saya bawa, saya siap jika dilaporkan me polisi. Ini bisa jadi kesempatan untuk membuka semua kebobrokan daerah selama ini,” ujarnya pamit pulang. (Jr)
