Sekdes Bre : Staf Desa Pukul Wartawan, itu Tidak Benar

Bima, Jeratntb.com – Pemerintah Desa Bre kecamatan Palibelo kabupaten Bima melalui Rosmala Putri Rizki, S.Pd Sekretaris Desa membantah ada pengroyokan. “Saya tidak melihat staf saya telah memukul wartawan seperti yang diberitakan media ini sebelumnya,” Bantahnya via telepon Kamis, (4/10/11) malam.

Dikisahkan sekdes bahwa memang ada kegiatan penyuluhan tentang perlindungan anak yang diadakan oleh mahasiswa KKN STKIP BIMA angkatan ke XXXIII dengan dengan dukungan Anggaran Dana Desa Ta. 2021

Kata dia, pada saat berjalannya kegiatan oknum wartawan tersebut tiba tiba meminta untuk menghentikan acara penyuluhan dan memprotes dengan nada tinggi. “Kami sudah memberikan penjelasan agar tidak mengganggu kegiatan yang sedang berlangsung, jika ingin sampaikan pendapat atau hendak protes nanti usai kegiatan, namun permintaan dan penjelasan kami ini tidak diindahkan malah memancing kericuhan dengan membanting kursi yang ada di depannya,” papar Mala (sapaan).

Malah justru kehadiran oknum yang nengaku wartawan tersebut yang memperkeruh forum penyuluhan yang kami helat, apalagi ini hanya kegiatan penyuluhan. Kalaupun hendak menanyakan soal anggaran, khan bisa ditanyakan setelah kegiatan selesai. Sesal Sekdes.

Kata dia, oknum ini malah tidak ada dalam daftar undangan, kalaupun kehadirannya sebagai wartawan kenapa tidak melakukan konfirmasi sesuai etika jurnalis. “Dia tidak dalam keadaan menjalankan tugas, dia hadir sengaja bikin kegaduhan,” ujarnya.

“Kami punya saksi, bahkan silahkan tanyakan langsung kepada seluruh peserta undangan yang hadir pada kegiatan tadi bagaima kronologi sebenarnya. Apalagi sampai dikatakan ada pengeroyokan, justru dia yang memprofokasi keadaan dam merusak fasilitas kantor,” ketusnya.

Ditanya soal laporan korban yang mengaku luka memar bagian wajah dan lehe, Mala mengaku tidak melihat insiden pengeroyokan, dia hanya menyaksikan ketika korban ditarik keluar oleh peserta rapat. (Ages)

Pos terkait