Kematian Lukman Asal Lombok Dinilai Tidak Wajar Sahid : “Korban Dipaksa Vaksin”

Kota Bima, Jeratntb.com – Meninggalnya almarhum Lukman pria asal Lombok Utara pada selasa kemarin di Langgudu dinilai sejumlah pihak tidak wajar.

Pasalnya korban yang kesehariannya sebagai pengepul besi tua tersebut dipaksa untuk menerima suntik vaksin covid-19. Padahal, korban sebelumnya dengan berbagai alasan menolak untuk disuntik karena memiliki riwayat penyakit yang cukup serius.

Anak korban juga sempat memberikan keterangan yang sama dan meminta agar almarhum bapaknya jangan disuntik. Namun petugas saat itu seolah tdk mendengar penjelasan maupun penolakan tersebut, tetap memaksa korban turun dari mobil untuk divaksin.

Hal tersebut dibeberkan Sahid salah satu tokoh pemuda desa Rupe kecamatan Langgudu, “Semua keterangan dinas kesehatan seperti yang diberitakan itu tidak benar dan sengaja menutupi fakta lapangan, karena saat itu saya ada di TKP,” ujarnya kepada media ini rabu (29/12-21).

Kata dia, korban adalah anak buah dari teman saya. Jadi saya kenal dan sering bertemu beliau. Minggu lalu kami sempat bertemu di Rabakodo bahkan kemarin beliau meninggalnya di depan penggilingan padi milik saya.

Ocos biasa disapa, dengan tegas mengatakan bahwa kematian Lukman tidak wajar dan kuat dugaan karena disuntik vaksin. “Karena tidak lama usai vaksin, korban mengeluh sakit kepala dan lemah sehingga tidak mampu bekendara, dibantu warga untuk istirahat sejenak. Tapi itu tidak lama, belum sempat ditangani medis, korban meninggal di baruga persis depan penggilingan saya,” papar Ocos.

Dari kejadian ini, dia mengecam petugas vaksin karena terlalu memaksa warga untuk divaksin tanpa menjalani SOP yang maksimal dan juga kepala dinas kesehatan kabupaten Bima yang dengan enteng memberi keterangan pers bahwa pihaknya bersama tim telah menjalankan tugas sesuai SOP. “Kadiskes itu asal ngomong saja, dari mana aturanya seseorang dapat dipaksa untuk melalukan vaksin. Andai tidak ada pemaksaan oleh petugas maka hak warga menolak vaksin akan didengarkan,” ketus dia. (Jr)

Pos terkait