Arogan, Manager Tambak Udang Marada Aniaya Karyawan

Bima, Jeratntb.com – Oknum manager tambak udang yang beroperasi di Dusun Marada Desa Parado Wane Kecamatan Parado Kabupaten Bima, arogan. Oknum tega menganiaya karyawannya sendiri bernama Adiman (22) hingga tangan kanan korban hampir patah. Arogansi oknum manager perusahaan PT. Insan Timur ini layaknya preman jalanan.

Keluarga korban Agus, menceritakan tulang lengan tangan sebelah kanan korban sedikit terlepas dari sandi (dislokasi). Akibatnya, korban sampai sekarang mengalami cacat dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Keluarga korban geram atas perlakuan oknum meneger tambak udang Marada tersebut.

Sikap arogansi yang ditunjukkan pihak tambak tersebut telah dibuatkan Laporan Kepolisian (LP) di Polres Bima.

Melalui media ini, Agus mengecam keras pihak tambak dan menuntut agar oknum meneger diproses sesuai hukum yang berlaku dan meminta terduga pelaku segera ditangkap.

“Kabarnya oknum telah diamankan oleh pihak kepolisian,” ungkapnya.

Agus menuntut pihak tambak untuk memberikan kompensasi terhadap korban. Karena peristiwa tersebut terjadi di lokasi perusahaan tambak yang sengaja dilakukan oleh oknum meneger perusahaan.

Sementara kronologis kejadian, Agus mencaritakan, korban Adiman atau yang akrab disapa Dimas merupakan karyawan harian lepas di tambak tersebut. Saat sedang mengangkut udang bersama rekan kerjanya, Dimas posisinya masih di atas mobil dan rekan kerjanya di bawah.

“Terlihat sebagian udang tumpah atas ulah teman kerjanya. Namun, oknum manager berinisial RM langsung manarik dan memutar tangan korban hingga dislokasi,” jelas Agus, Minggu (23/3).

Lebih lanjut Agus mengatakan, pihak tambak kabarnya akan memberikan kompensasi terhadap korban dan upaya mediasi di Polsek setempat. Namun keluarga korban tetap melajutkan persoalan ini ke ranah hukum.

Menurut Agus, soal kompensasi adalah hal wajar. Pihak tambak melakukan ganti rugi mengingat kejadian ini di lokasi tambak dan korban sedang menjalani kewajiban sebagai karyawan.

“Korban sampai saat ini masih merasakan kesakitan dan belum bisa melakukan aktivitas seperti biasanya,” sesalnya.

Hingga berita ini dimuat, wartawan jeratntb.com berupaya menghubungi pihak tambak udang marada guna meminta klarifikasi namun masih sulit dihubungi. (Jr Iphul).

Pos terkait