DAM La Rindi Kering, Kades Tolotangga Geram

Bima, Jeratntb.com – Hampir selama 3 tahun terakhir Dam La Rindi yang merupakan satu satunya sumber air pertanian bagi warga desa Tolotangga dan Tolo Uwi mengalami kekeringan setiap musim panas.

Kondisi ini membuat Kades tolotangga Habibi Irahim geram ketika malakukan survei langsung di 3 mata air yang berada di sekitar wilayah Dam. Pasalnya, hutan di sekitar Dam, dan di semua titik mata air, hutanya telah habis di
babat untuk ladang warga.

Kerusakan terparah terutama pada kawasan mata air kambu’u yang terletak di sebelah barat DAM la rindi. Mata air Sori Kadei sebelah selatan DAM, dan sebelah utaranya mata air Mada Oi Sori Donggo.

Tiga titik mata air ini merupakan sumber terbesar yang menjadi andalan petani dan penguplai air ke Dam La Rindi. Namun, pasca peladangan liar yang dilakukan warga secara besar besaran, semua titik air tersebut tidak lagi mampu memberi kontribusi bagi ribuan Ha lahan pertanian yang ada.

Selain itu, gundulnya hutan mengakibatkan sempitnya wilayah pelepasan ternak karena kehilangan HMT.

Dampaknya, lahan pertanian tidak lagi mampu berproduksi bahkan terancam gagal panen, ternak warga juga tidak dapat berkembang dengan baik.

Atas kondisi hutan di kawasan tersebut, masyarakat Tolotangga menuding oknum warga Parado Wane sebagai biang kekeringan di wilayah desa Tolotangga.

Habibi sebagai kepala desa juga menilai serta menyayangkan respon KPH yang dianggap tidak mampu dan tidak cakap mengamankan hutan atau menindak pelaku perusak hutan yang setiap tahun semakin memperluas wilayah penguasaan kawasan untuk bercocok tanam.

Padahal, sebelumnya pihak pemdes Tolotangga sekitar awal tahun lalu sudah melakukan upaya mencegah peladangan liar yang berlokasi di sekitar mata air kambuu dan di sekitar DAM la rindi desa tolotangga, namun mendapat perlawanan pihak Parado Wane.

Sekalipun bentrokan antar dua desa beda kecamatan tersebut tidak sampai terjadi karena cepat ditengahi pemerintah kecamatan, namun aksi perusakan masih tetap terjadi bahkan kian masiv.

Sampai berita ini diturunkan, keadaan hutan telah rusak parah demikian juga mata airnya.

(Jr Ghun)

Pos terkait