Bima, Jeratntb.com – SMPN 1 Parado melaksanakan ulangan tengah semester secara tatap muka yang sudah dilangsungkan selama empat hari dan berjalan lancar tanpa hambatan. Meski pelaksanaannya secara tatap muka namun pihak sekolah tidak mengabaikan protokol kesehatan covid-19.
Bagi kepala sekolah, menerapkan protokol kesehatan bukan sekedar mematuhi aturan pemerintah namun yang utama baginya adalah keselamatan jiwa siswa dan siswi peserta didik “menerapkan protokol kesehatan bukan sekedar melaksanakan perintah namun pada kondisi pandemi seperti ini kami lebih khawatir soal keselamatan jiwa” (8/10/202).
Oleh karena itu, pihak sekolah dengan kemampuan sumber daya manusia pada gurunya yang memadai kemudian jauh hari mengatur jadwal sedemikian rupa agar peserta didik tidak ketinggalan dan tetap melaksanakan ulangan meskipun pada suasana pandemi covid-19
Dengan siswa yang cukup padat sampai sembilan kelas jumlahnya kemudian dibagi menjadi tiga jadwal ulangan sebagaimana dijelaskan oleh kepala sekolah Taufik S.Pd, M.Pd kepada media ini, jam 07:30-09:30 untuk kelas tiga yang jumlahnya empat kelas, kemudian 09:30-11:30 untuk jadwal kelas tiga yang jumlah kelasnya dua dan lanjut kelas satu sejumlah tiga kelas mulai 01:30 sampai selesai.
Sedangkan untuk jarak duduk setiap siswa sudah memenuhi syarat penerapan protokol kesehatan.
Pada pelaksanaan ulangan kali ini pihak sekolah membagikan soal dalam bentuk essai sejumlah lima nomor. Dengan adanya model soal yang demikian siswanya dituntut untuk menguraikan setiap jawaban.
Selain dari pada itu, kepala sekolah juga menjelaskan alasannya melaksanakan ulangan dengan metode tatap muka. Menurutnya dengan pertimbangan kondisi jaringan Parado yang memburuk, siswa yang rata-rata belum memiliki android serta kemampuan penggunaannya belum maksimal sehingga diputuskan untuk ulangan tatap muka namun menerapkan protokol kesehatan.
“Karena kondisi jaringan parado tidak stabil, siswa yang rata-rata belum memiliki android serta kemampuan siswa dalam penggunaan belum maksimal”
Seorang siswa kelas tiga yang sempat diwawancara usai ulangannya, firmansyah mengaku memiliki android namun tidak ada paket internet. Sedangkan ia hanya dapat mengakses internet Wifi yang disediakan sekolah untuk main game online serta facebook.
“Ada HP saya tapi jarang punya data internet. Kalau untuk online harus ke wifi sekolah untuk main game dan facebook”.
