Bima, Jeratntb.com – Irigasi tersier Dam Pela Parado yang berlokasi di desa Tangga kecamatan Monta menjadi langganan tersumbat material batu dan lumpur sori owo. Akibatnya, 3 tahun terakhir para petani harus melakukan gotong royong membersihkan agar air bisa mengalir maksimal.

Kerja manual puluhan petani ini tentunya tidak maksimal, sehingga membutuhkan tenaga mesin untuk mengeruk sedimen setinggi 1,3 meter tersebut.

Melihat kondisi ini, Mahmud Abdollah pengusaha muda asal desa Tangga berkoordinasi dengan Ilyas (Bos Lia) Membantu petani kecamatan Woha dan Monta yang mengalami kesulitan air irigasi ini menyumbang sewa alat berat, Sabtu (29/2-20).

Alat berat milik pribadi pengusaha sukses wilayah Monta ini diturunkan untuk membersihkan endapan erosi. Pantauan langsung media ini, pekerjaan itu berlangaung sekitar 7 jam.

“Ini bukan sumbangan atas nama pribadi, karena saya masuk tim IDP Dahlan kecamatan Monta dan atas permintaan Bos Lia ketua Tim wilayah Kae, maka pekerjaan ini atas nama Tim,” terang Mahmud.

Kata dia, Tim IDP Dahlan merasa terpanggil untuk membantu masyarakat. “Apalagi ini masyarakat petani, meningkatkan hasil produksi pertanian wajib kita dukung. Tanpa air yang cukup maka produktifitas hasil tani akan menurun,” ujar Mahmud.

Sesuai dengan harapan Bupati Bima, Monta khususnya adalah wilayah swasembada pangan. “Harapan ini harus kami dukung mewujudkan karena sebagai Tim pemenangan, wajib bagi kami menjaga elektabilitasnya sebagai calon. Apalagi sekarang mereka masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bima,” paparnya.

Muhdin kadus Tani Mulya Pucuke Woha mengaku sangat senang dan bersyukur atas sumbangan tenaga alat tersebut. “Alhamdulillah, dengan bantuan tenaga alat ini aliran air akan maksimal dan sedimen juga jauh lebih banyak yang dibersihkan,” ucapnya.

Dia berharap agar tahun depan tidak ada lagi keluhan seperti ini. “Semoga pemerintah provinsi segera membangun saluran terusan untuk parit Sori Owo,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kadus juga menagih janji Bupati untuk mengundang mereka ke Pandopo. “Kami tunggu kapan Bupati undang semua kepala dusun ke pandopo sesuai janjinya saat kunker,” harap dia. (Jr)

Mari berbagi artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here