Bima, Jeratntb.com – Tidak kurang dari 30 orang warga wilayah Monta selatan dilarikan ke puskesmas (PKM) Monta, Kamis (2/4-20) sekitar pukul 13.00 wita.

Para warga dari desa Nontotera, Tolouwi, Tolotangga, Tangga Baru dan Pela ini mengalami muntah-muntah, sakit perut dan mencret, sejak sekitar pukul 03.00 dini hari.

Diduga para korban ini sebelumnya mengkonsumsi makanan jenis gado-gado yang mereka beli di penjual keliling.

Menyikapi ini, pihak dinas kesehatan kabupaten bima melalui tim yang dipimpin Farid kasi kesehatan lingkungan didampingi sejumlah personil polsek Monta dan petugas PKM, dan Loka POM Bima, langsung menuju kediaman penjual di dusun Uma Lige desa Tangga.

Setelah tim memeriksa semua bahan makanan kemudian melakukan wawancara kepada pasangan suami istri Tasnim dan Srimini.

Dalam wawancara tersebut, penjual gado-gado selama belasan tahun ini ditanyai seputaran sumber bahan baku, pengolahan sampai pada sasaran penjualan.

Usai diwawancara oleh tim, Tasnim mengaku baru kali ini dihadapkan dengan persoalan tersebut. “Usaha ini kami lakoni hampir 20 tahunan, karena ini sumber pendapatan untuk keluarga kami,” ujarnya.

Dia mengaku sangat memperhatikan mutu semua bahan yang digunakan. “Karena ini satu-satunya tumpuan hidup, maka kami sangat memperhatikan kebersihan dan higenisnya semua bahan. Termasuk peralatan yang telah kami gunakan untuk proses hari ini harus sudah bersih untuk produksi hari berikutnya, bahkan beberapa bulan terakhir kami menggunakan mobil ber Ac, dan sebelum kejadian ini belasan tahun saya jajakan menggunakan motor,” imbuhnya.

Tanpa ingin membela diri dia mengaku bahwa produksi gado-gado yang dicurigai sebagai penyebab itu juga dikonsumsi oleh keluarga dan tetangga. “Istri dan 3 anak saya makan semua sebelum berangkat jualan, tetangga juga ada yang beli kemarin tapi belum ada keluhan,” paparnya.

Gado-gado yang berhasil dijual kemarin laku semua. “150 bungkus gado-gado yang kami jual laku semua,” terang Tasnim sambil memakan gado-gado yang siap dipasarkan.

Sebelum kembali ke PKM Monta untuk memantau perkembangan pasien, Farid menjelaskan bahwa untuk menentukan penyebab ini harus melalui uji laboratorium. “Sementara ini kami sedang melakukan penyelidikan epidemiologi, yakni menelusuri semua bahan dan tahapan dari sumber bahan baku, proses pengangkutan, pengolahan bahan, kemasan sampai proses pengantaran ke tangan konsumen “Karena pengamanan pangan itu harus meliputi semua proses itu termasuk peralatan yang digunakan untuk produksi,” paparnya.

Untuk sementara pihak kesehatan menduga dari gejala dan keluhan pasien diindikasikan terkena keracunan mikrobiologi. “Yang kita lakukan setelah ini adalah melakukan penelitian apakah kondisi pasien diakibatkan oleh mikrobiologi, kimia atau fisik,” jelasnya.

“Pada prinsipnya, bakteri ini bukan dari makanannya tapi apa yang membuat makanan ini beracun, dan ini yang sedang kita telusuri,” tandasnya.

Untuk sementara, jumlah pasien sampai berita ini ditulis terus bertambah. Sementara kepala dinas kesehatan juga sedang menuju PKM Monta. (Jr)

Mari berbagi artikel ini


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here